Mendung dan gerimis menyelimuti perjalanan hari ini, meskipun langit cerah namun tak berawan. Yaps… untuk yang kesekian kalinya lagi-lagi awan meninggalkan langit.
Mungkin ia sedang berkelana, menapaki seluruh dunia untuk memberi kejutan kepada langit.
Awan hanyalah awan, meskipun ia ingin tetap tinggal…
Akan ada angin yang kerap mengusir awan,
Ia pun juga memiliki keterbatasan..
sering lupa, salah, dan kadang tak mudah memahami langit,
sungguh banyak kekurangannya ini dan itu,
Ada faktor-faktor yang membiarkan kekurangannya terus bertambah
dan kesalahannya terus menumpuk,
Tetapi.. langit mengajarkan kepada awan,
bahwa kita memang tidak sempurna…
kita tidak mungkin bisa sama-sama 100% dalam hal ini dan itu,
Tapi itu bukan alasan untuk membiarkan kekurangan dan kesalahan kita bertambah terus menerus,
Karena kita diperintahkan untuk mendekati kepada kesempurnaan,
Dan itulah mengapa langit senantiasa mengizinkan awan pergi,
pergi untuk mengelilingi bumi,
mencari ilmu sebanyak-banyaknya,
memberikan hujan dan kebaikan kepada tanah-tanah yang gersang,
Tahukah dirimu bahwa.. langit senantiasa membentangkan dirinya menunggu kembalinya awan. Kembalinya awan dengan sebaik-baik perbekalan, dengan senyuman, dengan kebahagiaan awan yang acap kali gemuruhnya terdengar oleh seluruh penduduk langit dan bumi.. tangisannya yang sering jatuh.
Ya.. itulah awan, ia boleh kapan saja mendatangi langit, namun tidak boleh menghalalkan segala cara untuk dapat berjumpa dengan langit.
Tujuan tidak bisa menghalalkan segala cara. Al Albani mengatakan,
Awan hanyalah awan, meskipun ia ingin tetap tinggal…
Akan ada angin yang kerap mengusir awan,
Ia pun juga memiliki keterbatasan..
sering lupa, salah, dan kadang tak mudah memahami langit,
sungguh banyak kekurangannya ini dan itu,
Ada faktor-faktor yang membiarkan kekurangannya terus bertambah
dan kesalahannya terus menumpuk,
Tetapi.. langit mengajarkan kepada awan,
bahwa kita memang tidak sempurna…
kita tidak mungkin bisa sama-sama 100% dalam hal ini dan itu,
Tapi itu bukan alasan untuk membiarkan kekurangan dan kesalahan kita bertambah terus menerus,
Karena kita diperintahkan untuk mendekati kepada kesempurnaan,
Dan itulah mengapa langit senantiasa mengizinkan awan pergi,
pergi untuk mengelilingi bumi,
mencari ilmu sebanyak-banyaknya,
memberikan hujan dan kebaikan kepada tanah-tanah yang gersang,
Tahukah dirimu bahwa.. langit senantiasa membentangkan dirinya menunggu kembalinya awan. Kembalinya awan dengan sebaik-baik perbekalan, dengan senyuman, dengan kebahagiaan awan yang acap kali gemuruhnya terdengar oleh seluruh penduduk langit dan bumi.. tangisannya yang sering jatuh.
Ya.. itulah awan, ia boleh kapan saja mendatangi langit, namun tidak boleh menghalalkan segala cara untuk dapat berjumpa dengan langit.
Tujuan tidak bisa menghalalkan segala cara. Al Albani mengatakan,
“tak boleh seorang muslim untuk menerjang apa yang Allah haramkan untuk mendapatkan
sesuatu yang Allah syariatkan” (Silsilah Huda wan Nuur)
Maha Besar Allah dengan segala apa-apa yang telah diciptakanNya..
Bersabarlah.. setelah badai, pasti kan ada kelopak bunga yang bermekaran..
Terimakasih Allah.. Engkau telah menciptakan dunia ini begitu indah dan berwarna, bahkan Engkau seringkali menyisipkan pelajaran di setiap sudut jalan yang pernah aku lalui.
Langit Dan Awan
