Aku pernah berlari, namun nyatanya aku kembali lagi. Titik dimana aku kembali kepada rasa yang pernah membuatku berlari.
Kamu tau apa arti diriku? tak ada sama sekali. itu dimatamu.
Tahukah kamu bahwa setiap detik aku ingin berlari dan tak kembali. Namun apa? usahaku sia-sia.
Selalu saja aku tak mampu untuk berlari, pergi, meninggalkan segala ke-egooisanku yang selalu ingin tau kabarmu. Dan sampai detik ini, aku hanya menjadi pengamatmu dari jauh, tanpa kamu tau.
Mungkin kita pernah sedikit berbagi tawa, sedikit ketulusan, sedikit perhatian, sedikit kasih sayang. Namun nyatanya sampai hari ini tak pernah kutau keadaanmu sebenarnya.
Walau mungkin hanya sedikit nyatanya menghadirkan cerita.
Kamu tiba-tiba menghilang, tanpa pesan, tanpa pamit.
Hari ini, aku ingin mencoba menyapamu kembali. Tapi tak dengan kata "Hai". Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.
Kubulatkan tekad dengan semua keberanian, memulai percakapan. Tapi sayang tak ada jawaban. Ya aku tau, aku bukan siapa-siapa yang bisa mengerti keadaanmu. Sekali lagi, diriku bukan siapa-siapa. Tapi apa salah jika aku ingin mengerti kabarmu, setidaknya dirimu baik-baik saja.
Dan keteguhan hatiku ini nyatanya tak berjalan sempurna. Aku kembali mundur dan berusaha berlari lagi meskipun hati masih ingin kembali.
Ternyata sulit. Sulit menghapus rasa yang telah kubuat dengan sendirinya. Sulit menjadi diriku yang dulu sebelum mengenalmu.
Kadang hati memang suka begitu. Menciptakan, tersakiti, menghapus, kembali lagi menciptakan. Seperti itu siklusnya.
Meskipun sudah berkali-kali mengalami siklus ini, tapi rasanya ingin mencoba lagi dan lagi. Tanpa jera.
Tapi kali ini ku sadar. Tak pernah ada jawabmu membuatku berpikir tak ada yang perlu diharapkan. Dan tak ada yang perlu diperjuangkan, kecuali pengorbanan. Pengorbanan hati yang merasa tersakiti meskipun kamu tak menyakiti.
Aku takut. Jika suatu hari kamu kembali, akankah rasa itu kembali muncul. Atau hanya kenangan yang berlalu.
Pergilah jangan kembali
Setidaknya aku tak akan mengharapkan. Setidaknya aku tak menyakiti diri sendiri.
Bahagialah dengan hidupmu. Aku pun akan bahagia dengan hidupku
Citra Ayu






