Setitik air yang jatuh,
menyiasati hati.
Deru gemuruh kalbu,
Seakan tak ingin berhenti.
Kepada Sang Pencipta,
Kemanakah hati bermuara?
Aku memang tak bisa,
tapi aku selalu mencoba.
Mencoba mengerti bahasa
yaa, bahasa hati.
Entah awal atau akhir.
Dirimu telah menjadi cerita dihidupku.
Bagian yang tak bisa kulupa.
Karena
Cinta tau mana yang sempurna.
Lagi-lagi kutulis puisi,
mencoba menepis keresahan hati.
Akankah kamu
akan mengerti?
Saat langit cerah, masih kuingat waktu itu,
Saat langit gelap, masih juga kuingat waktu itu.
Senyummu...
Tawamu...
Gerak-gerik langkah mu...
Jika saja aku seperti sedia kala,
mempunyai cukup keberanian
untuk menyatakan.
Tapi
Kali ini berbeda,
Kamu bukan seperti mereka.
Jangan anggap aku virus
yang bisa menyerangmu kapan saja.
Karena
Aku tak punya daya.
untuk
menyatakannya.
11.03
Citraayuv
Hari itu tak disangka, tak dinyana
Melihatmu tertawa lebar
Penuh kebahagiaan.
Disapamu sekali lagi,
Anggukan kecil.
Dan nada khas.
Tubuh terpukau setiap gerak-gerikmu,
Sembunyi ku menatap.
Lain kali bolehkah aku bertanya.
Bertanya pada Tuhan tentang hati.
Rasanya tak bisa.
Apa yang akan aku tanyakan???
Tak ada.
Inikah kodrat wanita?
Kemudian waktu juga berlalu
Tak bisa menjadi oreo yang bisa diputar.
Seakan ingin lari atau menghindar.
Namun tak kuasa.
12:14
CitraAyuV
Masih,
Masih sama seperti waktu itu....
Melihatmu.
Masih,
Masih sama seperti pertama bertemu....
Mengagumi.
Masih,
Masih sama seperti gemuruh ombak.....
Jantungku.
Ketika lagi-lagi melihatmu.
Ketika setiap kata yang kau ucap.
Ketika merasa hatiku terpaut.
=====================================================================
Aku lagi kagum sama sesorang. Aku kagum dari awal ketemu. Bener-bener pertama kali. Padahal dia gak ngomong apa-apa, dia juga gak ngelakuin apa-apa. Jadi kenapa aku bisa kagum???
... I don't know why...
mungkin insting kali yee... haha
Dan beberapa bulan kemudian kita makan bareng (banyak deng). Dan aku merasa beruntung bisa barengan tanpa disengaja.
Waktu itu ada sebuah pertanyaan.
"Jika seandainya kamu udah nikah, Kamu pilih mana yang kamu jadikan prioritas, Suami atau orang tua?"
Setelah banyak argumen yang terlontar.
lalu dia mengutarakan argumennya
"emang bener setelah nikah seorang wanita harus patuh sama suami, tapi gak sepenuhnya suami. Suami yang baik akan mengarahkan istrinya untuk tetap memprioritaskan orang tuanya. Jadi balik lagi semua tergantung persepsi dari suami kalian."
dan saat itu kekagumanku bertambah.
bukan apa-apa, karena mungkin yang aku denger adalah suatu persepsi yang berbeda dari yang lain.
Dia punya cara pandang sendiri, dan dia mau menyuarakan persepsinya.
Appreciate lah...
Semoga bisa lebih mengenal dia, mengetahui sisi lain dia, dan mengaguminya.
PS: ini kagum loh, bukan suka. Menurut persepsi ku
Citraayuv
14:05
