Masih mampukah bertahan dengan keadaan, yang mungkin saja membuat semakin terluka. Jika saja waktu itu tak perlu mengenal bahkan bertemu, yakinlah ada cara lain yang membuatmu bisa terluka, meskipun bukan dia.
Kadang hati suka memaksakan, apa yang kita mau, apa yang kita ingin.
Namun seharusnya untuk semua yang kau inginkan, pikirlah baik-baik bagaimana jadinya.
Semesta tak selalu memihak, meskipun telah berusaha. Kadang ia coba memberi isyarat untuk kaki berhenti agar tak jatuh lagi. Memang bukan salah kita dan juga bukan salah alam. Namun salahkan pada hati yang masih ingin berlari.
Luapkan emosi jika itu membuat lega, jangan pendam dalam diam. Karena begitu terasa menyakitkan akan selalu menyakitkan.
Dari ujung senja masih bisa kau lihat bagaimana malam tiba. Tak usah risau, mereka akan datang dengan sendirinya. Kau hanya perlu menanti sedikit lagi. Cukup bersabar hingga saatnya tiba.
Kadang hati suka memaksakan, apa yang kita mau, apa yang kita ingin.
Namun seharusnya untuk semua yang kau inginkan, pikirlah baik-baik bagaimana jadinya.
Semesta tak selalu memihak, meskipun telah berusaha. Kadang ia coba memberi isyarat untuk kaki berhenti agar tak jatuh lagi. Memang bukan salah kita dan juga bukan salah alam. Namun salahkan pada hati yang masih ingin berlari.
Luapkan emosi jika itu membuat lega, jangan pendam dalam diam. Karena begitu terasa menyakitkan akan selalu menyakitkan.
Dari ujung senja masih bisa kau lihat bagaimana malam tiba. Tak usah risau, mereka akan datang dengan sendirinya. Kau hanya perlu menanti sedikit lagi. Cukup bersabar hingga saatnya tiba.
Sepertinya langit akan tetap berwarna putih kebiruan atau hitam keabu-abuan
Begitupun dengan hati
menjadi senang, sedih kadang bercampuran.
Bagaimanapun bukan kehendakku menyeimbangkan ini.
Namun tak tau apa yang terjadi, seharusnya aku bisa mengendalikannya.
Mengendalikan rasa yang tumbuh, meskipun silih berganti
Amarah serta rindu menjadi satu
Saat aku selalu tau keadaanmu
Inginku tak bisa mengetahui keberadaan, keadaan, kegiatan mu
Namun lagi lagi, pikiranku selalu tertuju untuk itu.
Ya, aku lemah, aku tak sekuat itu menjaga perasaan
meski terpendam, meski menyakitkan
Tadi malam kamu datang kembali, membuat luka yang mulai memudar tergores lagi
dan rasa canggung beradaptasi kembali
Seharusnya kutekadkan niat untuk benar benar melupakan
namun saat itu juga, tanganku gemetar.
Sebenarnya aku tak tau apa yang kurasakan,
padahal bisa saja kamu akan pergi untuk kesekian kali
Tanpa kabar, tanpa jejak, tanpa pamit, tanpa bicara
Dan saat itu sudah kusiapkan hati ini untuk merelakan
Lagi dan lagi
Seharusnya aku tau, jika kamu tak akan benar benar menetap disini
Aku hanya tempat singgah
Seharusnya aku juga tau, kamu yang kembali nantinya akan pergi, meskipun suatu saat mungkin akan kembali lagi.
Tapi bukankah saat itu hati berubah kembali
Begitupun dengan hati
menjadi senang, sedih kadang bercampuran.
Bagaimanapun bukan kehendakku menyeimbangkan ini.
Namun tak tau apa yang terjadi, seharusnya aku bisa mengendalikannya.
Mengendalikan rasa yang tumbuh, meskipun silih berganti
Amarah serta rindu menjadi satu
Saat aku selalu tau keadaanmu
Inginku tak bisa mengetahui keberadaan, keadaan, kegiatan mu
Namun lagi lagi, pikiranku selalu tertuju untuk itu.
Ya, aku lemah, aku tak sekuat itu menjaga perasaan
meski terpendam, meski menyakitkan
Tadi malam kamu datang kembali, membuat luka yang mulai memudar tergores lagi
dan rasa canggung beradaptasi kembali
Seharusnya kutekadkan niat untuk benar benar melupakan
namun saat itu juga, tanganku gemetar.
Sebenarnya aku tak tau apa yang kurasakan,
padahal bisa saja kamu akan pergi untuk kesekian kali
Tanpa kabar, tanpa jejak, tanpa pamit, tanpa bicara
Dan saat itu sudah kusiapkan hati ini untuk merelakan
Lagi dan lagi
Seharusnya aku tau, jika kamu tak akan benar benar menetap disini
Aku hanya tempat singgah
Seharusnya aku juga tau, kamu yang kembali nantinya akan pergi, meskipun suatu saat mungkin akan kembali lagi.
Tapi bukankah saat itu hati berubah kembali
Aku pernah merindu.
Merindukan malam yang bisa melihatmu
aku juga pernah merindu
merindukan pagi untuk tersenyum kepadamu
Merindukan setiap panggilan dari mulutmu
merindukan suara khas yang tercipta
merindukan lagu-lagu yang kau putar
merindukan acara tv kesukaanmu
merindukan menunggu hari dimana kau akan pulang
merindukan puisis-puisi yang kau kirimkan
merindukan dekapanmu dan mendekapmu
merindukan setiap waktu yang pernah kita lalui
merindukan perdebatan kecil
tahun demi tahun berlalu
dan nyatanya aku selalu merindu
Aku pernah merindu.
Pada sepanjang jalan yang pernah kita lewati
Pada setiap kota yang pernah kita singgahi
Pada sepenggal kisah yang ingin kudekap lagi
Namun, kali ini
Sungguh aku tak kuasa menahannya
Menahan rindu yang selama ini hanya mengendap, larut, dan semakin bertumpuk
Tuhan, bolehkah aku titip rindu untuknya
Yang berada di Angkasa
Bersamamu menikmati surga
Tuhan jika memang tak bisa kutitipkan rindu ini
Aku harap Engkau mau menjaganya,
Sebagai laki-laki yang mencintai keluarganya,
Sebagai Ayah yang selalu melindungi anaknya.
Citra Ayu V
Aku pernah berlari, namun nyatanya aku kembali lagi. Titik dimana aku kembali kepada rasa yang pernah membuatku berlari.
Kamu tau apa arti diriku? tak ada sama sekali. itu dimatamu.
Tahukah kamu bahwa setiap detik aku ingin berlari dan tak kembali. Namun apa? usahaku sia-sia.
Selalu saja aku tak mampu untuk berlari, pergi, meninggalkan segala ke-egooisanku yang selalu ingin tau kabarmu. Dan sampai detik ini, aku hanya menjadi pengamatmu dari jauh, tanpa kamu tau.
Mungkin kita pernah sedikit berbagi tawa, sedikit ketulusan, sedikit perhatian, sedikit kasih sayang. Namun nyatanya sampai hari ini tak pernah kutau keadaanmu sebenarnya.
Walau mungkin hanya sedikit nyatanya menghadirkan cerita.
Kamu tiba-tiba menghilang, tanpa pesan, tanpa pamit.
Hari ini, aku ingin mencoba menyapamu kembali. Tapi tak dengan kata "Hai". Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.
Kubulatkan tekad dengan semua keberanian, memulai percakapan. Tapi sayang tak ada jawaban. Ya aku tau, aku bukan siapa-siapa yang bisa mengerti keadaanmu. Sekali lagi, diriku bukan siapa-siapa. Tapi apa salah jika aku ingin mengerti kabarmu, setidaknya dirimu baik-baik saja.
Dan keteguhan hatiku ini nyatanya tak berjalan sempurna. Aku kembali mundur dan berusaha berlari lagi meskipun hati masih ingin kembali.
Ternyata sulit. Sulit menghapus rasa yang telah kubuat dengan sendirinya. Sulit menjadi diriku yang dulu sebelum mengenalmu.
Kadang hati memang suka begitu. Menciptakan, tersakiti, menghapus, kembali lagi menciptakan. Seperti itu siklusnya.
Meskipun sudah berkali-kali mengalami siklus ini, tapi rasanya ingin mencoba lagi dan lagi. Tanpa jera.
Tapi kali ini ku sadar. Tak pernah ada jawabmu membuatku berpikir tak ada yang perlu diharapkan. Dan tak ada yang perlu diperjuangkan, kecuali pengorbanan. Pengorbanan hati yang merasa tersakiti meskipun kamu tak menyakiti.
Aku takut. Jika suatu hari kamu kembali, akankah rasa itu kembali muncul. Atau hanya kenangan yang berlalu.
Pergilah jangan kembali
Setidaknya aku tak akan mengharapkan. Setidaknya aku tak menyakiti diri sendiri.
Bahagialah dengan hidupmu. Aku pun akan bahagia dengan hidupku
Citra Ayu
Di post kemarin ada yang komplen kenapa galau? kenapa sendu? yaa memang waktu itu suasana lagi galau, jadi mendramatisir dengan postingan galau dan kata-kata puitis dan baku baku ala kbbi.
Biar mendalami peran. Biar seakan-akan merasakan sakit yang dalam (padahal emang sakit).
Tapi sekarang hatiku lagi bahagia berbunga-bunga, asal jangan diingetin masa lalu aja. weesssah.
Cerita yang lucu-lucu aja kali yaa.
Sebenernya kejadian lucu itu gaperlu diceritain, iya gak sih? iya kan. Karena pasti didalam kelucuan itu akan ada aib yang nyangkut. Kan jadi sia-sia menjaga image baik.
Kalo dibilang diriku ini pendiam kalian salah, SALAH. SALAAHH. Tapi kalo diriku cuek, bener sih.
Jangan bahas kecuekan yang haqiqi.
Aku itu orangnya gak pernah ambil pusing omongan orang lain, tapi jangan salah, bukan berarti aku don't care yaa gaeess. Mungkin memang aku ngeselin, suka berantem, suka ngebully (oh No). Tapi dibalik itu semua aku selalu pengen jadi pendengar yang baik. Dan kadang suka ngasih saran-saran yang membuat hati terketuk. Eta terangkanlah.
Kalian pernah gak sih, saat ngomong sama seseorang aka curhat, tapi respon temen itu ngeselin. Ada yang diem aja, ada yang dibercandain, ada yang kasih saran gajelas (ini mah aku). Sesulit itu cari partner curhat????. Maka dari itu, aku pengen banget jadi pendengar yang baik.
Oh yaaa, kadang ya aku kasih saran ke temenku, akhirnya aku juga nglakuin saran itu. Sebab akibat aku mikir, masa bisa kasih saran ke orang lain tapi gabisa buat diri sendiri. Jadi setidaknya aku mencoba melakukan apa yang mulut ini ucapkan. ihiiirrr pencitraan
Otak itu bekerja kalo kepepet, iya kan? Kalo aku sih yess. Tapi pura-pura mikir biar dibilang keren. Ini pencitraan umum. Sebenernya manusia suka kalo dipuji, aku sih suka banget. Eh tapi dosa gak sih, kita kan jadi sombong, melayang-layang diudara.(skip). Saat kita dipuji, pasti kita merasa bangga. Tapi diriku tidak gaess. Jangan samakan diriku bagai burung disana. Oke
Pencitraan yang ku lakukan biasanya kalo baru kenal sama orang, yappss ketemu orang baru. Aku pasti sok sok diem, kalem, ramah, kalo ketawa masih senyum-senyum (eh btw ketawa tapi senyum itu gimana? tolong jelaskan) dan banyak lagi kelakuan kelakuan biar image baik. Tapi survey membuktikan, itu hanyalah pencitraan.
Kalo udah kenaldeket lama dan aku sendiri ngerasa klik, pasti bakal tau gimana diriku jika sudah melepas topeng. Ini buat orang-orang yang mengenalku udah agak lama, bisa 2-3 bulan baru kenal (bukan yang kenal deket yaaaaa) tapi udah ketauan ke original an seorang Citra.
"citra aku kira diem, ternyata gabisa berenti ngomong"
"citra awalnya malu-malu, sekarang malu-maluin"
"citra kukira kalem, ternyata petakilan, pecicilan"
"citra aku kira ramah, ternyata suka cari gara-gara"
"citra kok ketawanya ngakak, cewek loh"
"cit gue baru sadar kalo ternyata lo gila"
etc
etc
Yah seperti itulah diriku jika kalian ingin mengenalku lebih dekat dan JANGAN KAGET, ada banyak fakta terpendam dibalik topeng manis ku, eh gak manis. Tapi cantique. *memuji diri sendiri
Pada mulanya memang seperti itu, itu aja yang baru kenal 3 bulanan. Kalo yang kenal lebih dari bulan, bintang, matahari. Beda cerita lagi. Semua aib tidak akan kubongkar sekarang. Aku belum siap
Tapi yang jelas pasti semua orang akan melakukan pencitraan. Tapi jangan lebay yaaa. Karena apapun itu kelakuan kelakuan gila pasti bakal ketauan.
Dan sebenarnya kadang manusia gak merasa kalau dirinya sedang melakukan pencitraan.
Pencitraan yang aku maksud adalah yang sok jaim gitu, bukan yang sudah menyakiti hati loh. Kayak misalnya, pura-pura baik depan teman, padahal nusuk dari belakang (kok curcol).
Yaaa intinya aku tak akan membahas itu, tapi bahas pencitraan yang biasa. Oke oke okeeee
Ini pencitraan yang dilakukan Citra
Bye
Jangan bahas kecuekan yang haqiqi.
Aku itu orangnya gak pernah ambil pusing omongan orang lain, tapi jangan salah, bukan berarti aku don't care yaa gaeess. Mungkin memang aku ngeselin, suka berantem, suka
Kalian pernah gak sih, saat ngomong sama seseorang aka curhat, tapi respon temen itu ngeselin. Ada yang diem aja, ada yang dibercandain, ada yang kasih saran gajelas (ini mah aku). Sesulit itu cari partner curhat????. Maka dari itu, aku pengen banget jadi pendengar yang baik.
Oh yaaa, kadang ya aku kasih saran ke temenku, akhirnya aku juga nglakuin saran itu. Sebab akibat aku mikir, masa bisa kasih saran ke orang lain tapi gabisa buat diri sendiri. Jadi setidaknya aku mencoba melakukan apa yang mulut ini ucapkan. ihiiirrr pencitraan
Otak itu bekerja kalo kepepet, iya kan? Kalo aku sih yess. Tapi pura-pura mikir biar dibilang keren. Ini pencitraan umum. Sebenernya manusia suka kalo dipuji, aku sih suka banget. Eh tapi dosa gak sih, kita kan jadi sombong, melayang-layang diudara.(skip). Saat kita dipuji, pasti kita merasa bangga. Tapi diriku tidak gaess. Jangan samakan diriku bagai burung disana. Oke
Pencitraan yang ku lakukan biasanya kalo baru kenal sama orang, yappss ketemu orang baru. Aku pasti sok sok diem, kalem, ramah, kalo ketawa masih senyum-senyum (eh btw ketawa tapi senyum itu gimana? tolong jelaskan) dan banyak lagi kelakuan kelakuan biar image baik. Tapi survey membuktikan, itu hanyalah pencitraan.
Kalo udah kenal
"citra aku kira diem, ternyata gabisa berenti ngomong"
"citra awalnya malu-malu, sekarang malu-maluin"
"citra kukira kalem, ternyata petakilan, pecicilan"
"citra aku kira ramah, ternyata suka cari gara-gara"
"citra kok ketawanya ngakak, cewek loh"
"cit gue baru sadar kalo ternyata lo gila"
etc
etc
Yah seperti itulah diriku jika kalian ingin mengenalku lebih dekat dan JANGAN KAGET, ada banyak fakta terpendam dibalik topeng manis ku, eh gak manis. Tapi cantique. *memuji diri sendiri
Pada mulanya memang seperti itu, itu aja yang baru kenal 3 bulanan. Kalo yang kenal lebih dari bulan, bintang, matahari. Beda cerita lagi. Semua aib tidak akan kubongkar sekarang. Aku belum siap
Tapi yang jelas pasti semua orang akan melakukan pencitraan. Tapi jangan lebay yaaa. Karena apapun itu kelakuan kelakuan gila pasti bakal ketauan.
Dan sebenarnya kadang manusia gak merasa kalau dirinya sedang melakukan pencitraan.
Pencitraan yang aku maksud adalah yang sok jaim gitu, bukan yang sudah menyakiti hati loh. Kayak misalnya, pura-pura baik depan teman, padahal nusuk dari belakang (kok curcol).
Yaaa intinya aku tak akan membahas itu, tapi bahas pencitraan yang biasa. Oke oke okeeee
Ini pencitraan yang dilakukan Citra
Bye
Hari ini, kutulis sebuah cerita tentang masa lalu. Ya, masa lalu yang didalamnya ada dirimu.
Kemudian aku beranjak untuk mengingat-ingat kenangan yang pernah ada.
Tapi bukan kuceritakan untuk dirimu, tapi untuk mereka yang akan membaca kisahku.
Bermula saat aku dan dirinya bertemu, aku lupa kapan waktu itu. Tapi yang kuingat dia menyapaku dengan senyuman dan tak pernah kubalas. Kita kenal karena teman kita sama.
Setelah beberapa waktu lamanya, dia ingin menghubungiku. Meminta nomor telponku kepada temanku. Setiap malam dia selalu kirim pesan, tapi tak pernah kubalas sekalipun.
Hingga akhirnya entah niat apa yang membuatku membalas pesan singkatnya yang hanya bertuliskan "Hai". Satu kata yang tak pernah kuduga akan menjadi sebuah perbincangan seru yang menghadirkan tawa.
Meski awalnya dia tak yakin aku akan membalasnya, meski aku membalas hanya satu dua kata, meski aku tak pernah melontarkan pertanyaan agar perbincangan terus berlanjut. Seperti itulah aku.
Setelah beberapa lama, dan beberapa kali kita bertemu, akhirnya dia menyatakan rasa.
Entah bagaimana dia merebut perhatianku dengan caranya sendiri. Lucu memang, sebatas itu aku menerima.
Selama dua tahun berpacaran dengannya, banyak cerita, pasti kenangan juga. Jika hari ini aku tulis cerita saat bersamanya, rasanya geli.
Setelah pacaran kita tak pernah intens saling menghubungi. Mungkin bisa dibilang hanya seminggu sekali dia akan kirim pesan singkat menanyakan kabarku. Selalu seperti itu. Seolah kita baru kenal. Ya, kita memang jarang bertemu, atau mungkin kita hanya bertemu satu minggu sekali dalam hari yang tak tentu. Entah dia ke rumahku, atau kita jalan berdua, atau jalan bersama teman-teman yang lain. Aku sendiri merasa biasa saja. Menganggap itu bukan persoalan besar. Kita tak pernah chat yang harus tiap hari bahkan tiap menit.
Dia membuatku tertawa dengan lelucon kecil, membuatku nyaman dalam dekapannya, membuatku gila karena tingkah lakunya. Mungkin sejak saat itu tipe cowokku berubah, tipe humoris.
Lagi-lagi dia yang menerima segala kekuranganku, mengerti semua kegilaanku, mengerti semua kesukaan dan kebencianku. Menerima segala sifat burukku. Yang kadang aku marah, kadang aku cerita panjang lebar tanpa jeda, kadang aku innocent, kadang aku sinis, kadang aku gajelas, kadang aku jahat, kadang aku bodo amat sama tingkah lakunya.
Aku yang tak pernah peduli dia mau jungkir balik seperti apa, tapi dia tetap memberikan perhatian.
Kita juga pernah mengalami LDR selama delapan bulan. Selama itu juga tak pernah bertatap muka. Tapi saat itu juga aku tau dia sayang dan aku percaya. Karena kunci LDR adalah saling percaya. Kita memang jarang chat dan tak pernah bertatap muka. Tapi dia selalu sempatkan setiap malam telepon dengan guyonan receh yang kadang bikin bete. Dia akan tutup telepon setelah aku terlelap tidur dan tak ada jawaban saat dia berulang kali memanggilku.
Seperti itu cara dia mengekspresikan rasa rindu. Hanya menungguku terlelap dari jauh lewat sambungan telepon. Kadang aku iseng coba matiin telepon karena kuping udah panas. Kadang aku pura-pura gak jawab waktu dia manggil2 biar dikira aku udah tidur nyenyak. Kadang yang jawab telepon adalah teman-teman satu kos yang gajelas apa yang dibahas.
Tapi hubungan kita baik-baik saja.
Setelah drama LDR kita akhirnya bisa merasa dekat kembali. Dia sering memberi kejutan kecil, dia bukan tipe cowok romantis tapi kadang geli saat dia mencoba menjadi romantis seperti yang aku minta. Kadang aku kode kode biar diberi bunga mawar, tapi malah dikasih bunga kamboja bersama pot dan tanahnya. Kadang aku bilang pengen coklat, dia beri coklat chacha. Tapi setiap ulang tahunku dia tak pernah bercanda.
Mungkin dia kebal dengan sikapku yang kekanak-kanakan, yang labil, seperti "Aku minta putus". Awal-awal dia panik, kok tiba-tiba aku bilang putus padahal gak ada masalah. Tapi lama kelamaan mungkin dia paham. Setiap aku bilang "Aku minta putus" pasti dia hanya diam dan tidak menghubungiku, karena aku pasti sepuluh menit atau satu jam kemudian bakal bilang "Ayo balikan". Semudah itu bilang putus dan minta balikan. Padahal hubungan tidak sebercanda itu. Tapi dia menyikapi dengan tenangnya.
Aku yang kadang ngomel gak jelas, dia yang akan selalu diem saat aku marah-marah, saat aku ngambek, saat aku usil. Sebegitu dewasakah dia saat itu?
Jika kalian kira hubunganku baik-baik saja, kalian salah. Buktinya kita berpisah setelah dua tahun bersama. Bukankah setiap hubungan yang kandas pasti ada penyebabnya.
Ya
Setelah cerita konyol yang telah dilalui, tiba saatnya cerita pilu dimulai.
Dia adalah mantan pacar sahabatku. Aku mengenalnya saat dia masih berstatus sebagai pacar sahabatku. Tapi yang jelas, aku berpacaran dengannya, setelah mereka berdua putus sudah lama.
Canggung memang, tapi aku dan sahabat2ku merasa biasa saja. Karena kita berhak untuk memilih.
Sampai akhirnya diusia hubungan kita yang cukup lama, aku mengetahui fakta bahwa pacarku pernah berhubungan badan dengan sahabatku.
Waktu itu aku hanya diam, mendengarnya saja aku tak ingin. Jika mereka berhubungan saat masih pacaran aku rasa tak akan sesakit ini. Permasalahannya mereka berhubungan saat sudah putus dan dia telah menjadi pacarku.
Tapi bodohnya aku masih menerimanya lagi dengan berbagai cara permintaan maafnya.
Aku dan sahabatku tetap baik, kita tak pernah menjadi musuh, meskipun telah banyak hal kelam yang terjadi.
Dia memang tak pernah berniat untuk merenggut masa depanku, yang aku tau dia selalu menjagaku dari hal-hal negatif. Hal negatif yang dia lakukan. Mungkin normal setiap pasangan berpegangan tangan ataupun berciuman. Dia juga selalu menjagaku dari teman-teman nakalnya, yang mungkin saja berniat buruk kepadaku. Tapi yang aku ingat, dia ingin menjagaku, tak ingin merusakku, dan tak ingin aku masuk ke dunia kelamnya.
Setelah kepergian ayahku, mungkin aku cukup terpuruk. Dia selalu support, selalu berusaha membuatku tertawa, selalu ingin menjadi laki-laki yang akan melindungiku setelah ayah pergi.
Tapi nyatanya aku memilih pergi, aku tak ingin bersamanya. Karena setelah ayah pergi aku ingin menata masa depanku, aku tak ingin membuat ayah kecewa.
Kenapa aku memilih pergi, karena meskipun dia menjagaku,tapi bukankan itu semua bukan jaminan masa depan. Bukan tak mungkin suatu saat nanti jika aku tetap bersamanya apa yang terjadi pada sahabatku juga menimpaku. Terlebih saat itu aku goyah, aku rapuh. Aku tak ingin itu terjadi. Sungguh tak ingin.
Mungkin sebagian orang berpikiran sama, hal apa saja yang dilakukan ketika telah menjadi pacar. Yang jelas pacaran bukan hanya bergandengan tangan, ciuman, bahkan berhubungan badan. Pacaran adalah suatu komitmen untuk saling menjaga. Memang cara berpacaranku masih normal, tidak sampai mahkota itu terenggut. Meskipun gaya pacaran kita normal, meskipun dia akan menjagaku. Yang jelas setelah aku mengetahui fakta yang menyakitkan, aku berpikir ulang, memikirkan kemungkinan2 terburuk yang akan terjadi kedepannya jika kita masih bersama. Dan aku berpikir bahwa tujuan kita tidak sama. Pengertian kita tentang "Pacaran" berbeda.
Hidup itu pilihan. Dan aku memilih untuk tak lagi bersamanya. Dan dia mengerti keputusanku. Meskipun awalnya dia tetap menghubungiku, datang ke rumahku. Tapi aku bersikap seolah tak ingin mengenalnya, sama seperti saat pertama kita kenal. Aku tak pernah membalas setiap pesan singkatnya. Aku tak pernah mengangkat teleponnya, dan aku tak pernah menemuinya meski dia di depan rumahku.
Waktu berjalan, aku memilih sendiri. Dan dia sudah menemukan seseorang yang mungkin tempat dia berbagi cinta. Bukan aku lagi. Tapi perempuan lain.
Aku merasa bahagia saat dia tersenyum, setidaknya dia telah menemukan orang yang lebih baik untuk menerimanya.
Beberapa saat kemudian aku bertemu lagi dengannya. Canggung?? Tidak. Karena kita memutuskan untuk berteman dan tak bermusuhan.
Dan asal kalian tau, aku dan semua mantan2ku akan selalu akrab, tidak ada kata musuh ataupun pura-pura tidak kenal.
Saat ini kita memilih jalan yang kita kehendaki, seandainya aku masih bersamanya, mungkin takdir akan berkata lain.
Kita pernah nyaman dengan jarak yang ada. Lalu, bisa jadi, sekarang, kita mulai berjarak karena rasa nyaman itu pelan-pelan tiada.
Citra Ayu V
Kulanjutkan ceritaku...
Memang, mungkin sebagian orang menganggap aneh, dengan bangganya membohongi diri sendiri agar terlihat tak terjadi apa-apa.
Kala itu aku pun mempunyai seseorang yang mungkin bisa disebut tambatan hati. Dia support aku, memberikan semangat.
Tapi aku memilih mengakhiri, dan menyembuhkan lukaku sendiri. Dua tahun bersama nyatanya kita punya jalan berbeda.
Aku memilih mundur. Aku ingin sendiri meresapi hari-hari tanpa ada dia. Ya, bukan apa-apa, aku memilih mengakhiri hubunganku karena aku mulai memikirkan masa depanku. Dan memang benar, kita tak sepemikiran.
Setelah aku memilih sendiri, nyatanya rasa masih sama. Tapi kucoba menepis semua tentangnya. Dari dia yang terus menghubungiku, datang kerumahku, selalu ku acuhkan. Tapi dia mengerti, bahkan sampai sekarang kita masih berteman baik. Dia yang telah bahagia bersama orang lain, dan aku bahagia bersama diriku sendiri.
Tahun ketiga, rasa kehilangan mulai pudar. Kehilangan ayah masih terasa, kehilangan dia sudah musnah. Ya, masih sesak saat mengingat lagi saat hari kehilangan ayah. Tetapi nyatanya sudah mulai terbiasa.
Mencoba mengikhlaskan itu yang sulit, mengikhlaskan segala seuatu yang bahkan hanya titipan Tuhan. Mungkin sabar masih bisa kita tahan, tapi ikhlas yang membuat kita sulit melakukan. Jika dibilang ikhlas saat ayah dipanggil Tuhan, aku ikhlas. Tapi kadang aku berpikir jika seandainya ayah masih ada akan seperti ini seperti itu, selalu.
Tahun ketiga aku mencoba mengobati luka asmara yang perlahan-lahan mulai sembuh. Memang belum sempurna, tapi apa salahnya mencoba. Aku mengenal seseorang yang mungkin menjadi orang yang kukagumkan. Kami dekat. Aku suka setiap dia berbicara, tingkah lakunya, semua tentangnya.
Ditahun ini pula aku harus memutuskan pindah ke luar kota demi pekerjaan. Menghidupi mama dan adikku agar tak hidup dari kata keterpurukan. Namun Tuhan berkata lain, dia yang kupikir bisa menerimaku ternyata memilih pergi, memilih wanita yang selalu didekatnya. Dan lagi-lagi rasa kehilangan itu muncul setelah terobati. Dia tidak jahat, dia hanya tak ingin menyakitiku lebih lama. Dia meminta izin kepadaku untuk mencintai orang lain. Dan aku hanya berkata "iya".
Setelah beberapa bulan, rasa kehilangan bertambah saat teman seangkatan mengalami musibah dan harus dipanggil Tuhan. Ya, aku merasakan kesedihan. Dua tahun sekelas dan bisa dibilang cukup dekat. Kita kenal saat pertama kali masuk sekolah, saat MOS, satu regu dan dia dan aku cukup mengenal dekat, meskipun kalau di kelas kita pasti berantem. Tapi rasa kehilangan pasti ada. Pasti.
Sepertinya hati ini sudah terbiasa untuk menghadapi kehilangan.
Tahun ini adalah tahun keempat setelah cerita singkat yang kutulis. Bukan tak mungkin aku menangis tiap akan menulis tentang ini.Tahun keempat aku mulai merasakan menjadi diri sendiri, sudah tak kubohongi diri ini. Karena mungkin aku lebih bahagia dari yang sebelumnya. Bertemu orang baru, lingkungan baru, teman baru. Setidaknya aku tak perlu berpura-pura bahagia. Setidaknya aku hanya ingin meneruskan mimpiku yang tertunda. Setidaknya aku mencoba melupakan rasa sakit yang pernah ada.
Dan semoga, tahun-tahun berikutnya menjadi lebih indah lagi. Aku berharap tak ada rasa kehilangan yang datang.
Karena sesungguhnya rasa yang paling sakit adalah rasa kehilangan.
11.03
Citra Ayu V
Waktu itu hari terasa begitu lambat, semestinya tidak. Karena hari itu sama dengan hari lainnya. Aku merasa diriku ada di dalam bumi yang berbeda. Sesekali aku memohon kepada sang Pencipta agar mempercepat waktuku sampai dirumah. Namun sayang, Tuhan memberikan aku kelambatan yang tak kuduga, agar aku tak melihat betapa tersiksa beliau saat detik terakhirnya.
Jikalau mungkin waktu itu aku ada di sampingnya, menemani setiap hembusan nafas terakhirnya. Aku tak akan semenyesal sekarang. Ya, hal yang paling aku sesalkan adalah tak berada di sisinya.
Saat itu, aku mencoba tetap tegar, selama perjalanan aku mencoba menegarkan diri. Betapa tidak, aku memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Meskipun aku tak tau kehendak Tuhan apalagi yang akan diberikan kepadaku.
Rasa tegar itu hilang, saat semua orang memandangku dengan iba, didepan rumah aku mulai berlinang air mata, dan disambut sanak saudara serta tetangga.
Aku mencoba tegar untuk sekali lagi, tapi tidak mungkin bisa. Ketika melihat jenazah ayahku aku ingin menangis di sampingnya, namun juga tak bisa.
Melihat keluarga yang berusaha menegarkan mama dan adikku, melihat adikku yang masih kecil menangis. Melihat teman-teman dan saudara yang memelukku. Setidaknya hari itu aku berjuang untuk membuat mereka tak khawatir.
Sampai tiba saat ayah akan dimakamkan, aku masih berusaha tegar. Tapi mencoba pun tak bisa. Justru saat itulah aku menangis sejadi-jadinya, karena tidak ada mama dan adikku yang akan melihat aku serapuh ini.
Tiga hari setelah kepergian ayah, seharusnya kita merayakan ulang tahun beliau. Tapi apa yang sudah terjadi sudah menjadi garis Illahi. Ayah pergi tepat tiga hari sebelum ulang tahun ke-48. Rencana yang kita susun untuk menyambut hari bahagia, berubah menjadi tetesan air mata.
Mengingat hari itu sungguh menyesakkan. Sangat.
Satu tahun terlewati. Masa yang sangat berat bagi keluarga kami. Mama yang harus berjuang agar aku tetap sekolah, Adikku yang masih kecil membutuhkan sosok ayah.
Ya benar.
Aku adalah anak kesayangan, aku manja. Jika dulu setiap aku minta sesuatu hanya tinggal meminta, semenjak ayah pergi aku pun harus berjuang untuk sesuatu yang ku inginkan. Aku mencoba menjadi anak yang mandiri, yang berpikir luas. Satu hal juga, Sebisa mungkin aku tak pernah menangis di depan mama ataupun adikku. Karena aku tau itu akan membuat mama semakin rapuh.
Tahun pertama setelah kehilangan ayah, ekonomi keluarga berantakan. Mama berjuang, aku pun berjuang. Tapi tak hanya itu. Tahun pertama adalah tahun paling berat, seperti merayakan ulang tahun tanpa ayah, tanda tangan rapor yang biasanya ada nama ayah disana berubah menjadi nama mama. Lebaran pertama tanpa ayah, jelas penuh air mata.
Ya seperti itu.
Tahun kedua mungkin kami sekeluarga sudah cukup tau akan kondisi kita. Tahun kedua memang tak se-drama tahun pertama, namun tetap saja. Masih membekas.
Ternyata sudah dua tahun ayah pergi, tapi perasaan kehilangan itu masih ada. Seperti masih kemarin, saat beliau mengajakku bicara, men support ku untuk semangat, memanjakannku, masih terasa.
Tahun kedua ini, aku kembalikan keceriaan ku. Mungkin tahun ini juga aku merasa tak ingin menjadi diri yang terpuruk. Ya, mungkin memang aku tertawa, tapi tahukah, aku merasa membohongi diri sendiri saat siang tertawa dan ketika menjelang tidur pasti menangis. Memang bukan tangisan sendu, hanya beberapa tetes air mata yang muncul ketika menjelang tidur, berdoa kepada Tuhan untuk menerima ayahku di surga. Selalu seperti itu.
Dan lagi-lagi, memang masih terasa seperti kemarin.
.
.
.
.
10.05
Citra Ayu V
Jatuh,
Kesekian kali jatuh.
Seperti daun yang berguguran
Sampai tak terasakan.
Jauh...
Semakin menjauh.
Tak akan mendekat
Meski dalam dekap.
Apa yang seolah tergenggam
Belum tentu termiliki
Setidaknya jangan memaksa diri ikhlas,
Karena itu akan membuat luka semakin dalam.
Lagi-lagi perasaan mudah berubah
antara suka dan semakin cinta
Namun tak kau rasakan
Betapa tersiksa saat tak harus bersama
Ya
Mungkin memang bukan diriku
Atau bahkan bukan mereka
Tetapi dia yang yang kau puja.
Seolah anginpun tau
kapan akan menjatuhkanku
Menyukai memang tak pasti memiliki.
Seperti angin yang menjatuhkan daun,
Tapi saat itulah daun menjadi milik bumi.
Membawa terbang jauh,
Tapi tetap akan jatuh ke bawah.
Dan akan seperti itu siklusnya.
15.30
Citra Ayu V
Assalamualaikum...
Semangat hari Senin yaa...
Kemaren weekend hari sabtu tgl 29 Juli 2017 aku mengikuti kegiatan mobile library yang setiap tahun diadakan oleh divisi relawan komunitas Jendela Jakarta.
Nah, untuk pertama kali itu sebenernya kita dari divisi relawan bingung nyari tempat buat moblib. Kita nyari tempat yang sekiranya banyak anak kecil.
Kegiatan moblib sendiri kemaren waktu rapat divisi relawan yang hadir (Hakim, Putri, Heppy, Hilal, Citra, Gea, Soraya, Adib) kita memutuskan buat acaranya seperti perpustakaan keliling.
Adek-adek ada yang mewarnai dan ada yang membaca buku ensiklopedi lalu diceritakan kembali.
Awalnya tempat kita udah survey di RPTRA Kalijodo, karena kemungkinan akan ada banyak anak kecil main disana. Tapi ternyata pada tgl segitu juga udah ada yang mengadakan kegiatan lain. Jadi mau tidak mau kita set ulang untuk lokasi.
Akhirnya kita sepakat untuk ke TPST Bantar Gebang yang ada di Bekasi.
Niat awal kita kumpul buat berangkat bareng dari stasiun Manggarai jam 7. Dan beberapa relawan yang mau gabung udah ada yang sampai di stasiun manggarai dan udah tinggal nunggu yang lain.
Tapi ada juga yang kumpul di perpus manggarai buat ambil barang (buku, pensil warna, hadiah dll).
Setelah semua kumpul di manggarai, kita nunggu kereta arah ke bekasi, dan laammaaaaaa banget nget. Dikarenakan ada gangguan sinyal.
Dan kita juga gak nyangka relawan yang tertarik ikut lumayan banyak, sekitar 25 orang.
Alhasil kita yang udah janjian berangkat jam 7 baru bisa berangkat jam 10. Mana belum sarapan lagi, lemah, letih, lesu, lunglai jadi satu.
Padahal di rundown kita bakal mulai acara jam 9.
Setelah sampai di Bekasi, kita udah mulai pesen ojek online (car) buat menuju ke lokasi moblib.
Kita pesen sekitar 5 mobil dan udah clear.
Aku kebagian semobil sama kak mya, kak anis, kak ayu, kak ariani, dan kak adib.
Kak Mya ini salah satu founder komunitas Dandelion yang menangani rumah ajar di TPST Bantar Gebang.
Kita yang gak tau lokasinya cuma manut manut aja. Ternyata lokasinya jauh banget guyss, JAUH. dan macet.
Dan aku sendiri terpana liat kondisi sekitar lokasi. Jujur ini baru pertama kali aku liat yang namanya TPST.
Ya, seperti ini bertumpuk tumpuk sampah sampai menjulang menjadi gunung.
Akses ke lokasi juga gak mulus, jalanan banyak yang rusak dan sepanjang perjalanan akan berderet-deret truck orange ini.
Nah pemukimannya ada jauh dibalik gunung, gak bakal ada yang nyangka kalau ada rumah-rumah warga.
Setelah perjalanan yang cukup jauh kita akhirnya tiba di lokasi. udah dzuhur, padahal kalo dilihat dari rundown seharusnya acara udah selesai, ini malah belum dimulai.
Pemandangan di lokasi juga seperti ini, banyak sampah. Karena kebanyakan masyarakat sekitar juga mencari rezeki dari sampah-sampah tersebut. Banyak lalat juga, namanya aja TPST ya pasti gitu lah cit.
Setelah itu kita breafing sebentar dan lanjut buat ice breaking pembukaan.
Setelah ice breaking kita lanjut buat acara inti. Ada lomba mewarnai dan baca cerita.
Kebetulan aku snediri menjadi penanggung jawab lomba mewarnai
Acara mewarnai dan membaca sampai jam 2, terus lanjut ice breaking lagi dan bagi bagi hadiah. Adik-adik disana antusias banget, dan mereka baik dan nurut.
Setelah itu acara selesai sekitar jam setengah 4.
Kita foto bersama dan pulang.
Nah pulangnya ini juga drama, kita gabisa pesen mobile online di daerah situ. Kita harus jalan jauh ke sekolah alam sekitar situ.
Sekolah alam ini tempat dimana adik-adik sekolah, yang katanya untuk mereka yang kurang mampu dan anak pemulung. Mereka sendiri sekolah hanya 3 kali dalam seminggu, gak kita yang full 5-6 hari. Lokasinya cukup jauh. Untung kita jalan bareng-bareng jadi gak kerasa capeknya. Setelah drama banyak yang cancel karena lokasi gak ditemuin lah, lokasi jauh lah, lokasi pembuangan sampah lah. Tapi akhirnya nyampek juga di stasiun Bekasi buat balik lagi ke Jakarta.
Intinya kegiatan kemaren itu, aku pribadi seneng banget. Dapet pengalaman baru, dapet sensasi baru. Yang jelas makin bersyukur yang tiada hentinya. Kita bersyukur Tuhan memberikan kita nikmat begitu banyak. Banyak orang atau keluarga yang mungkin ingin menginginkan hidup layak seperti kita. Dan aku sendiri seneng banget, meskipun jauh tapi worth it, serasa gak sia-sia jauh-jauh dan penuh drama tapi lokasi dan adik-adiknya emang layak buat diadakan acara seperti ini. Masyarakat disana juga aware dengan kedatangan kita. Yang jelas mereka senang, kita juga senang.
NB curhat: Di kereta dari Bekasi ke Jakarta aku harus merelakan Iphone ku kerendem air, gara-gara minumku tumpah di tas. Hiksss
Sekian,
12:24
Citra Ayu V
Selamat Pagi all,
Kalian tau arti KREATIF?
Kreatif menurut aku adalah suatu pemikiran atau gagasan untuk menciptakan karya baru, hal baru yang mungkin kita sendiri terinspirasi dari orang lain.
Kreatif itu susah guyss, susah banget...
Karena apa? seringkali kita ingin kreatif tapi meniru orang lain.
Aku pribadi so what gitu niru orang lain, tapi yah jangan sama plek dong. Harus ada bedanya, apa yang harus beda, apa yang jadi ciri khas.
Dan sekali lagi susah. Jadi orang kreatif itu susah.
Tapi lebih susah lagi jadi orang yang gak kreatif.
Kreatif itu banyak bentuknya, gak hanya orang yang menggeletuti bidang seni. Memang seni banyak banget unsur kreatifitas, tapi banyak bidang lain juga yang butuh ke kreativitasan.
Contoh yaa tukang kue, mereka harus kreatif dong cari model yang lain, cari topping yang lain, cari bahan yang lain, agar apa? biar kue mereka menarik minat pembeli dan mempunyai ciri khas tersendiri.
Kalo kalian ingin jadi orang kreatif, belum telat kok, karena kreatif bisa datang dari hal apapun, kapapun dan dimanapun. Creative never die. hihihi
Kali ini aku akan bahas beberapa tips atau bisa trick yang aku lakuin untuk membuat diri aku semakin kreatif.
1. Menggali Ide
Renungkan dirimu kreatif atau tidak.
Cara satu ini untuk kamu yang awal-awal merasa tidak kreatif. Mulai coba ubah mindset kalo kamu kreatif, banyak ide-ide yang riwa-riwi dikepalamu. Bukan ide yang besar atau cemerlang. Mulailah dari ide yang kecil dan sepele.
Contoh : Kamu amati sekeliling kamar kamu, lihat dinding, polos??? saatnya kamu tuang ide kamu untuk merubah dinding kosong itu.
Kalo kamarku, aku kasih papan styrofoam warna warni biar aku bisa tempel beberapa to do list dan beberapa kata2 motivasi diri.
Atau liat meja berantakan, coba rapikan, ambil kardus dan modif sesuai selera untuk merapikan barang2 diatas meja tersebut.
2. Mencari Inspirator
Mencari orang kreatif itu gampang2 sulit, karena apa. Begitu banyak orang kreatif tapi mungkin gak cocok dengan selera kita. Why??? karena manusia itu punya pemikiran berbeda2.
Cari orang kreatif yang sekiranya bisa kamu jadikan inspirator. Bisa di youtube, blog, facebook dll, atau ikut komunitas. Disitu kalian bisa menemukan banyak orang creative di bidangnya masing2. Dan carilah yang sesuai dengan karaktermu, yang sesuai dengan hatimu, yang sekiranya bisa kamu contoh untuk mengembangkan ide mu.
3. To-Do-List
To do list itu sebenernya buat anak2 yang rapi, yang harus terstruktur, yang harus perfect. TIDAAAKKK...
To do list itu penting juga buat mengembangkan kreativitasmu, sebagai alat ukur dimana ide2 mu sudah terlaksana atau masih stuck. Kadang emang orang kreatif itu punya ide yang banyak, tapi males buat nglakuin akhirnya lupa. Mangkanya buat to-do-list biar gak lupa. Kalo emang masih banyak kerjaan, sibuk ini lah sibuk itu lah. Si to-do-list nya gak usah dikasih deadline. Tapi inget, harus segera dilakuin.
Kalo aku to-do-list ditempel di papan styrofoam tadi, jadi bisa dibaca tiap hari, tiap aku ngapa-ngapain, mau jengkulitan juga kelihatan, mau tidur juga kelihatan, mau mandi juga, makan juga. Karena emang sengaja, biar aku selalu cek to-do-list. Hal kreatif apa yang harus segera aku lakuin.
Bisa juga buat reminder di hp, kan sekarang jaman udah canggih.
4. Do it.
Sebenernya ini tahap yang cukup berat, karena apa??? orang kebanyakan males buat nglakuin ini-itu. Capek lah, banyak tugas lah, atau ngantuk, bahkan mager. Padahal biasanya aku justru kalo banyak tugas yaa nyela-nyela bikin hiasan lah, belajar gitar lah, cari ide lah. Biar gak sumpek aja.
Tapi ide kreatifmu kalo gak kamu lakuin juga sia-sia. Mimpi tidak akan terwujud jika tidak dilakukan.
Atau bahkan ada yang takut buat ngelakuin hal-hal kreatif itu, misal takut salah, takut gak jadi, takut jelek. Orang kalo gak mencoba gak bakal ngerti kesalahannya. Intinya ya semua harus dilakukan. Percuma dong punya segudang ide tapi cuma mentok di to-do-list but not do it.
Semangat aja, semua juga butuh proses.
5. Bersyukur
Ini hal yang paling penting, karena bersyukur itu adalah kunci utama. Bukan karena kamu punya inspirator jadi kamu ingin seperti mereka. Semua ada jalannya masing2. Mungkin mereka sukses dalam hal karier belum tentu dalam hal keluarga, atau mungkin ia sukses dalam bisnis tapi kita gak tau seberapa berjuangnya ia atau bahkan bagaimana partner2nya. Semua disyukuri aja, kita bisa nglakuin ini ya lakuin. Selama kita mampu, kita yakin pasti ada jalan. Kesuksesan manusia memang ada jalannya sendiri, tapi kesuksesan kita bukankah kita juga yang menentukan. Jadi bersyukur dengan apapun yang bisa kita lakukan.
Nah itu beberapa tips&trick dari aku, itu yang aku lakuin saat ini.
Explore terus ide-ide yang ada di kepala kita, agar kita bisa lebih kreatif.
Mulailah dari hal-hal kecil, karena uang 100 ribu tidak akan ada jika tidak ada uang 100 rupiah.
Sekian
11:11
CitraAyuv
Jam-jam istirahat nih,
Nulis bentar lah yaa.
Kali ini aku pengen bahas tentang pelangi. Dan beberapa istilah istilah yang membawa nama si pelangi.
Akan ada Pelangi setelah hujan
Istilah itu pasti sering banget kita denger, right. sering banget.
Dan banyak ungkapan untuk mengartikannya.
"Akan ada kebahagian, setelah air mata"
"Akan ada keindahan , setelah kesedihan"
"Akan ada warna-warni, setelah hitam kelam"
Yah
Tapi bukankah pelangi tidak pernah berjanji akan selalu ada setelah hujan reda.
Pelangi juga tidak berjanji untuk selalu menampakkan diri didepan mata kita.
Kadang kita harus mencari pelangi itu.
Atau memikirkan kemungkinan-kemungkinan jika pelangi tak muncul meski hujan atau badai telah berlalu.
Yaa sejatinya kita tak perlu bergantung pada semesta untuk melihat pelangi.
Mungkin saja kita yang harus mencari pelangi itu.
Manusia kadang berpikir bahwa kesedihan adalah ujian hidup.
Tapi apakah kita juga berpikir bahwa mungkin kesedihan itu adalah karma dari masalalu.
Seperti badai dan hujan.
Ia ada karena dikehendaki Sang Pencipta Alam.
Tak sedikit orang yang merasa dirinya diterpa badai, dan pasti akan bertemu pelangi,
namun lagi-lagi, akankah kita bisa melihat pelangi secara langsung atau kita harus mencari letak pelangi.
Menjadi manusia memang rumit,
Kadang kita memang harus berpikir positif,
Namun kita juga harus berpikir negatif.
Memikirkan kemungkinan terburuk dalam hidup memang sakit.
Tapi apa salahnya, jika itu adalah cara untuk menemukan solusi dan antisipasi.
Jadikan semua hal yang pernah kita lalui sebagai pelajaran.
Agar pada saatnya nanti, kita tau jawaban atas soal/permasalahan yang kita alami.
Jadikan apa yang kita lalui sebagai bekal masa depan,
Agar tak terjerumus pada kesalahan yang sama, yang bisa menciptakan hujan.
Maka dari itu jangan terlalu menyalahkan pelangi.
Karena sejatinya ia tak pernah berjanji.
sekian
12.00
CitraAyuV
Hello everybody
Kali ini aku akan sedikit cerita bagaimana ketika seseorang mengagumi orang lain.
Right
Bukan seseorang, Tapi ketika seorang cewek mengagumi orang lain.
Yah, bukan hal yang tak mungkin jika kita pernah mengagumi seseorang
Jadi, banyak banget hal-hal yang akan membuat kita kagum. Entah dari cara pandang dia, entah dari tingkah laku, paras, cara ngomong, senyum, kebiasaan, pengalaman, daaann banyak lagi yang memang kadang kala membuat kita terkagum.
Satu hal ketika seorang cewek telah mengagumi, mereka akan memendam.
Bukan tak berani mengungkapkan, tetapi takut membuat dia merasa canggung, dan ilfeel.
Hanya sebatas itu.
Namun mereka akan sakit, benar benar sakit ketika apa yang dia kagumi menjadi milik orang lain.
Itulah Perempuan.
Maka sebab itu, aku ingin membahas bagaimana perasaan dari sisi seorang cewek yang sedang mengagumi cowok.
Sebenarnya aku gak begitu paham, apakah dari step mengagumi bisa berubah menjadi step jatuh cinta.
Namun, kadang kala memang itu yang terjadi.
Disaat kita mengagumi, kita ingin memiliki. Bukankah begitu?
Tapi itu dulu, waktu aku masih egois.
Sekarang apa yang aku kagumi, sebisa mungkin hanya aku kagumi. Ambil sisi baiknya, jangan ingin ambil hatinya. eeaaa
Dan karena semakin bertambahnya umur, kedewasaan seseorang juga akan bertambah.
Sebenernya ini mau curcol dikit. xixi
Jadi contoh perempuannya itu aku aja. OKE
Waktu itu aku sering banget baca artikel di salah satu web portal, sebut saja hipwee.
And then, entah kapan aku lupa. Aku pernah baca tentang seorang cowok muda yang kreatif dan bla bla bla,
Alhasil aku cari lah di google. Kenapa aku cari nama doi?
Karena dari artikel di hipwee, buat aku tertarik cari latar belakang di cowok itu. Maklum aku orang nya suka kepo pake banget. (tapi sadar diri)
Dan ketemu lah di google nama cowok itu. Juga beberapa sosmed nya. hehe
akhirnya aku stalking dulu di beberapa link yang emang mencakup namanya.
Bener bener banyak banget, udah insting aja, nih cowok pasti aktif banget.
Dan gak afdhol kalo gak nyari instagramnya doi.
nb: cewek2 yang suka stalking pasti bakal lakuin ini.
Oke Next
Ketemu nama ig nya, dan aku stalk dulu, postingannya menarik gak sih?
Bukannya apa-apa, emang udah kebiasaan aja liat postingannya dulu baru follow, males kalo ada yang spam. sorry.... tapi ini buat orang yang gak kenal aja kok.
Dan ternyataaaaa, postingannya cocok banget sama aku.
Akhirnya aku follow deh.
Tenang-tenang, aku gak keganjenan atau kepedean atau sok cantik apalah.
Aku hanya Satu diantara ribuan followers nya... hiks
Doi udah banyak followers nya, jadi menunjukkan bahwa doi banyak dong yang suka.
Sorry ya dia bukan artis atau semacamnya, jadi followers nya aku yakin yang emang suka sama dia, gak kayak artis yang sebagian followers nya dari haters yang kepo kehidupan si artis.
Lanjut stalking si doi di google.
Dan aku ngerasa cocok aja sama dia, cocok dalam artian emang pas lah dijadikan inspirator. Nah yang bikin seneng lagi adalah background pendidikan aku sama dia sama, terus dia juga suka art, dia suka photography, dia suka kreatifitas, dan berhati mulia. eeeaaakkk
Emang gak tau kenapa aku lebih suka cowok-cowok yang kreatif. Pasti aku bakal kagum.
Dan dia juga punya sisi kreatif itu. kan kekagumanku jadi ++.
Tapi aku sadar diri kok, kalo mikir buat deket dengan doi itu kayaknya susah deh.
Gimana gak susah
Kenal aja enggak,
dia kenal aku? boro-boro
Dia jauh cuyy, anak jogjess
Tapi kalo ngayal babu sih adaaaa dikit,haha... dikit doang kok
Ya kadang doanya pengen dapet jodoh kayak dia. wkwkwkwk.
Perbaiki diri sendiri dulu cit, eelaaahh
Ya gimana lagi, kalo udah kagum ya gak bisa di tahan. Dia itu menginspirasi aku buat jadi lebih baik lohhh. Tapi sayangnya ya begitulah......
Dan cewek kalo kagum sama cowok pasti bakal diem aja. Gak berani ngomong langsung ke doi. Sok-sok malu.
Padahal aku pribadi itu kalo suka sama seseorang langsung bilang suka, kalo gak suka ya bilang gak suka, kalo kritik ya langsung kritik. berlaku buat cewek-cowok juga sih.
Tapi kali ini, yaudah aku gak ada keberanian. Aku mah apa dibandingin sederet cewek2 disana yang juga kagum sama dia, atau dibanding cewek yang dikagumi sama dia.
Tapi tenang ajaa, intinya jaga hati aja biar gak retak.
Jangan lupa berdoa biar bisa dapet jodoh seperti yang kamu inginkan. (Jodoh lagi jodoh lagi)
Dan kenapa sekarang aku baru publish,
itu semua karena aku gak sengaja habis stalking doi.
Dan bernostalgia saat-saat mulai mengagumi si doi.
Baper deh
Pokoknya dia itu cowok baik, sayang orang tua, pinter, akhlaknya baik, berhati mulia, kreatif, cakep, dan bertoleransi. #kayakkenaldeket #padahalkagak
Sekian
by:CitraAyuV
16.38
Homesick bagiku adalah kangen mama,
kangen keluarga,
kangen suasana rumah,
kangen kumpul bareng,
kangen masakan khas,
kangen kebiasaan di rumah.
Intinya...
KANGEN
But
jangan sampek sakit.
Sebagai anak rantau, homesick itu pasti pernah dialami,
kadang muncul karena udah lama gak pulang kampung,
Atau udah lama gak ngerti kabar,
atau pas ngeliat sesuatu yang mengingatkan kampung halaman.
pokoknya ada aja.
Tapi kalo aku, justru homesick kalo habis pulang kampung,
Seminggu balik ke Jakarta pasti lemah, lesu, bawaan pengen pulang lagi.
Ngomong ke nyokap kalo kangen.
Tapi kalo udah sebulan dua bulan, udah gak ngerasa homesick.
Homesick itu bisa dibilang susah obatnya,
Kalo aku sendiri ngobatinnya ya sering-sering telpon orang tua, sering videocall.
Bahkan kebiasaan itu sampe sekarang, Tiap hari pasti telpon mama,
meskipun tanpa bahasan pasti juga telpon .
Kalo udah gak telpon 2 hari aja, udah ngerasa berdosa, terus mama juga nyariin.
sekali telpon pasti diatas 1 jam, padahal juga tiap hari telpon , tiap hari juga gak ada yang dibahas.
xixixi
ya intinya komunikasi itu penting,
banyak orang yang salah paham karena jarang komunikasi.
Itulah sepenggal kisah anak rantau.
Fight
14:27
CitraAyuV
kangen keluarga,
kangen suasana rumah,
kangen kumpul bareng,
kangen masakan khas,
kangen kebiasaan di rumah.
Intinya...
KANGEN
But
jangan sampek sakit.
Sebagai anak rantau, homesick itu pasti pernah dialami,
kadang muncul karena udah lama gak pulang kampung,
Atau udah lama gak ngerti kabar,
atau pas ngeliat sesuatu yang mengingatkan kampung halaman.
pokoknya ada aja.
Tapi kalo aku, justru homesick kalo habis pulang kampung,
Seminggu balik ke Jakarta pasti lemah, lesu, bawaan pengen pulang lagi.
Ngomong ke nyokap kalo kangen.
Tapi kalo udah sebulan dua bulan, udah gak ngerasa homesick.
Homesick itu bisa dibilang susah obatnya,
Kalo aku sendiri ngobatinnya ya sering-sering telpon orang tua, sering videocall.
Bahkan kebiasaan itu sampe sekarang, Tiap hari pasti telpon mama,
meskipun tanpa bahasan pasti juga telpon .
Kalo udah gak telpon 2 hari aja, udah ngerasa berdosa, terus mama juga nyariin.
sekali telpon pasti diatas 1 jam, padahal juga tiap hari telpon , tiap hari juga gak ada yang dibahas.
xixixi
ya intinya komunikasi itu penting,
banyak orang yang salah paham karena jarang komunikasi.
Itulah sepenggal kisah anak rantau.
Fight
14:27
CitraAyuV
Sabar diatas rata-rata
lagi puasa
ikhlas
jangan mengeluh
gapapa
intropeksi diri
gaperlu menyalahkan orang lain
ataupun membenci
tahan hati
tahan ucapan
ikhlas
ikhlas
ikhlas
jangan marah maupun membenci orang lain
memang aku yang belum bisa keluar dari zona nyaman
masih takut-takut.
Biarkan dirimu menguasai kesabaranmu
Biarkan dirimu menguasai kesabaranmu
Setitik air yang jatuh,
menyiasati hati.
Deru gemuruh kalbu,
Seakan tak ingin berhenti.
Kepada Sang Pencipta,
Kemanakah hati bermuara?
Aku memang tak bisa,
tapi aku selalu mencoba.
Mencoba mengerti bahasa
yaa, bahasa hati.
Entah awal atau akhir.
Dirimu telah menjadi cerita dihidupku.
Bagian yang tak bisa kulupa.
Karena
Cinta tau mana yang sempurna.
Lagi-lagi kutulis puisi,
mencoba menepis keresahan hati.
Akankah kamu
akan mengerti?
Saat langit cerah, masih kuingat waktu itu,
Saat langit gelap, masih juga kuingat waktu itu.
Senyummu...
Tawamu...
Gerak-gerik langkah mu...
Jika saja aku seperti sedia kala,
mempunyai cukup keberanian
untuk menyatakan.
Tapi
Kali ini berbeda,
Kamu bukan seperti mereka.
Jangan anggap aku virus
yang bisa menyerangmu kapan saja.
Karena
Aku tak punya daya.
untuk
menyatakannya.
11.03
Citraayuv
Hari itu tak disangka, tak dinyana
Melihatmu tertawa lebar
Penuh kebahagiaan.
Disapamu sekali lagi,
Anggukan kecil.
Dan nada khas.
Tubuh terpukau setiap gerak-gerikmu,
Sembunyi ku menatap.
Lain kali bolehkah aku bertanya.
Bertanya pada Tuhan tentang hati.
Rasanya tak bisa.
Apa yang akan aku tanyakan???
Tak ada.
Inikah kodrat wanita?
Kemudian waktu juga berlalu
Tak bisa menjadi oreo yang bisa diputar.
Seakan ingin lari atau menghindar.
Namun tak kuasa.
12:14
CitraAyuV
Masih,
Masih sama seperti waktu itu....
Melihatmu.
Masih,
Masih sama seperti pertama bertemu....
Mengagumi.
Masih,
Masih sama seperti gemuruh ombak.....
Jantungku.
Ketika lagi-lagi melihatmu.
Ketika setiap kata yang kau ucap.
Ketika merasa hatiku terpaut.
=====================================================================
Aku lagi kagum sama sesorang. Aku kagum dari awal ketemu. Bener-bener pertama kali. Padahal dia gak ngomong apa-apa, dia juga gak ngelakuin apa-apa. Jadi kenapa aku bisa kagum???
... I don't know why...
mungkin insting kali yee... haha
Dan beberapa bulan kemudian kita makan bareng (banyak deng). Dan aku merasa beruntung bisa barengan tanpa disengaja.
Waktu itu ada sebuah pertanyaan.
"Jika seandainya kamu udah nikah, Kamu pilih mana yang kamu jadikan prioritas, Suami atau orang tua?"
Setelah banyak argumen yang terlontar.
lalu dia mengutarakan argumennya
"emang bener setelah nikah seorang wanita harus patuh sama suami, tapi gak sepenuhnya suami. Suami yang baik akan mengarahkan istrinya untuk tetap memprioritaskan orang tuanya. Jadi balik lagi semua tergantung persepsi dari suami kalian."
dan saat itu kekagumanku bertambah.
bukan apa-apa, karena mungkin yang aku denger adalah suatu persepsi yang berbeda dari yang lain.
Dia punya cara pandang sendiri, dan dia mau menyuarakan persepsinya.
Appreciate lah...
Semoga bisa lebih mengenal dia, mengetahui sisi lain dia, dan mengaguminya.
PS: ini kagum loh, bukan suka. Menurut persepsi ku
Citraayuv
14:05
Sometimes you must smile when you broken heart
And think that nothing some wrong
And you want to shout,
Want to people know about your feel
Want to people respect with what has happened to you.
But not one care about you.
It's hard, very hard;
I think this is unfair
**
Kadang memang apa yang kita rasakan ingin kita bagi, ingin kita ceritakan.
Tapi sulit mengungkapkan.
Disaat banyak orang yang diam, tanpa tahu apa yang terjadi.
Disaat orang marah ketika mengetahui sesuatu yang menyakiti hatinya
Disaat orang berusaha melupakan apa yang terjadi.
Kamu kadang tidak pernah sadar dengan apa yang terjadi,
Kamu kadang hanya diam setelah mengetahuinya,
Kamu kadang marah pada dirimu sendiri kenapa tidak mengetahuinya dari dulu
Semua yang kamu rasa fine ternyata lebih buruk dari kemungkinan terburuk yang pernah kamu pikirkan.
Ketika kamu sudah muak dengan semua omongannya, kebohongannya, alasan tidak logisnya.
Saat itulah kamu hanya bisa tersenyum.
Entah dalam artian kamu tersenyum karena kamu berhasil mengetahui fakta yang dia sembunyikan, atau kamu tersenyum karena kasihan.
Bukan lagi senyum tulus yang biasa dilakukan.
Muak
Pasti
Saat itulah kamu menyadari bahwa memang bukan dia orang yang perlu kau dekati.
Sudah tak perlu menjaga perasaan nya,
Sudah tak perlu merasa peduli kepada nya.
Muak
Jelas
Selalu kata itu yang terucap, ketika hatimu sakit.
Selalu kata itu yang terucap, ketika bertatapan dengannya,
Selalu kata itu yang terucap, ketika mendengar ceritanya.
Bahkan mungkin tak ingin percaya lagi dengan setiap kata terucap dari bibirnya.
Tak akan termakan segala kebohongannya.
Saat kamu merasa semua baik-baik saja,
kamu tidak pernah tau apa yang terjadi dibelakangmu.
Saat kamu merasa sudah mempercayainya,
kamu tidak pernah tau pengkhianatan apa yang dia lakukan kepadamu.
Saat kamu merasa kamu akan selalu ada dengannya,
kamu tidak pernah tau jika dia menghindar darimu.
But.
Kamu harus tetap tersenyum, seolah kamu tidak tau apa yang terjadi
Lupakan
Lupakan semua, Tersenyumlah yang bahagia.
Agar dia tau bahwa kamu baik baik saja
Tak ada sesal dalam dirimu setelah mengenalnya.
Jadikan pelajaran, Jangan bodoh.
Ikhlaskan
Maafkan
Lupakan
Percayalah apa yang harus dipercaya.
Jangan jadikan beban.
Jangan jauhi. Jangan bertindak bodoh.
Tetap anggap tidak pernah terjadi apa-apa,
Karena sejatinya kamu tidak pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya.
Dan lupakan dendam, iri, dengki, dan kesombongan.
Jangan jadikan itu sebagai boomerang untukmu.
Jadilah apa adanya,
Seperti biasa.
Tak ada bedanya.
10.58
CitraAyuV
And think that nothing some wrong
And you want to shout,
Want to people know about your feel
Want to people respect with what has happened to you.
But not one care about you.
It's hard, very hard;
I think this is unfair
**
Kadang memang apa yang kita rasakan ingin kita bagi, ingin kita ceritakan.
Tapi sulit mengungkapkan.
Disaat banyak orang yang diam, tanpa tahu apa yang terjadi.
Disaat orang marah ketika mengetahui sesuatu yang menyakiti hatinya
Disaat orang berusaha melupakan apa yang terjadi.
Kamu kadang tidak pernah sadar dengan apa yang terjadi,
Kamu kadang hanya diam setelah mengetahuinya,
Kamu kadang marah pada dirimu sendiri kenapa tidak mengetahuinya dari dulu
Semua yang kamu rasa fine ternyata lebih buruk dari kemungkinan terburuk yang pernah kamu pikirkan.
Ketika kamu sudah muak dengan semua omongannya, kebohongannya, alasan tidak logisnya.
Saat itulah kamu hanya bisa tersenyum.
Entah dalam artian kamu tersenyum karena kamu berhasil mengetahui fakta yang dia sembunyikan, atau kamu tersenyum karena kasihan.
Bukan lagi senyum tulus yang biasa dilakukan.
Muak
Pasti
Saat itulah kamu menyadari bahwa memang bukan dia orang yang perlu kau dekati.
Sudah tak perlu menjaga perasaan nya,
Sudah tak perlu merasa peduli kepada nya.
Muak
Jelas
Selalu kata itu yang terucap, ketika hatimu sakit.
Selalu kata itu yang terucap, ketika bertatapan dengannya,
Selalu kata itu yang terucap, ketika mendengar ceritanya.
Bahkan mungkin tak ingin percaya lagi dengan setiap kata terucap dari bibirnya.
Tak akan termakan segala kebohongannya.
Saat kamu merasa semua baik-baik saja,
kamu tidak pernah tau apa yang terjadi dibelakangmu.
Saat kamu merasa sudah mempercayainya,
kamu tidak pernah tau pengkhianatan apa yang dia lakukan kepadamu.
Saat kamu merasa kamu akan selalu ada dengannya,
kamu tidak pernah tau jika dia menghindar darimu.
But.
Kamu harus tetap tersenyum, seolah kamu tidak tau apa yang terjadi
Lupakan
Lupakan semua, Tersenyumlah yang bahagia.
Agar dia tau bahwa kamu baik baik saja
Tak ada sesal dalam dirimu setelah mengenalnya.
Jadikan pelajaran, Jangan bodoh.
Ikhlaskan
Maafkan
Lupakan
Percayalah apa yang harus dipercaya.
Jangan jadikan beban.
Jangan jauhi. Jangan bertindak bodoh.
Tetap anggap tidak pernah terjadi apa-apa,
Karena sejatinya kamu tidak pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya.
Dan lupakan dendam, iri, dengki, dan kesombongan.
Jangan jadikan itu sebagai boomerang untukmu.
Jadilah apa adanya,
Seperti biasa.
Tak ada bedanya.
10.58
CitraAyuV
Kalau boleh tau, apa yang kalian rasakan saat ingin berbuat baik tapi belum ada act?
Kalau boleh tau, Kenapa kita sering tiba-tiba merasa sedih dan merasa sendiri? (ini aku aja kali yaa?)
Kalau boleh tau, pernah gak merasa kecewa sama diri sendiri? yang gak tau penyebabnya apa
Kalau boleh tau, apa kita emang suka GR saat semua biasa aja ke kita?
Kalau boleh tau, kenapa rasa kehilangan lah yang paling menyakitkan?
Kalau boleh tau, kenapa kita hanya bisa mengagumi seseorang dan ingin menjadi lebih? padahal juga kayak mustahil
Kalau boleh tau, kenapa suka sama seseorang itu bikin capek?
Kalau boleh tau, kenapa kita suka muluk muluk pengen sesuatu? padahal kita tau kemampuan kita terbatas?
Kalau boleh tau, kenapa orang famous lebih gampang dalam segala hal?
Kalau boleh tau, kenapa kita suka iri sama temen sendiri?
Kalau boleh tau, kenapa kita sakit hati ketika orang yg kita suka menyukai orang lain. Padahal kita bukan siapa-siapa (deket aja nggak) , berasa jadi pacarnyaa.ehe
Kalau boleh tau, kenapa Ikhlas itu susah banget?
Kalau boleh tau, kenapa sabar itu menyedihkan?
Kalau boleh tau, kenapa semua yang menyakitkan membuat kita menangis?
Oke segini dulu beberapa hal yang pengen aku tau, Kalau ada yang bisa bantu jawab, Jawabin dong, biar aku tambah galau.
16.37
CitraAyuV
Kalau boleh tau, Kenapa kita sering tiba-tiba merasa sedih dan merasa sendiri? (ini aku aja kali yaa?)
Kalau boleh tau, pernah gak merasa kecewa sama diri sendiri? yang gak tau penyebabnya apa
Kalau boleh tau, apa kita emang suka GR saat semua biasa aja ke kita?
Kalau boleh tau, kenapa rasa kehilangan lah yang paling menyakitkan?
Kalau boleh tau, kenapa kita hanya bisa mengagumi seseorang dan ingin menjadi lebih? padahal juga kayak mustahil
Kalau boleh tau, kenapa suka sama seseorang itu bikin capek?
Kalau boleh tau, kenapa kita suka muluk muluk pengen sesuatu? padahal kita tau kemampuan kita terbatas?
Kalau boleh tau, kenapa orang famous lebih gampang dalam segala hal?
Kalau boleh tau, kenapa kita suka iri sama temen sendiri?
Kalau boleh tau, kenapa kita sakit hati ketika orang yg kita suka menyukai orang lain. Padahal kita bukan siapa-siapa (deket aja nggak) , berasa jadi pacarnyaa.ehe
Kalau boleh tau, kenapa Ikhlas itu susah banget?
Kalau boleh tau, kenapa sabar itu menyedihkan?
Kalau boleh tau, kenapa semua yang menyakitkan membuat kita menangis?
Oke segini dulu beberapa hal yang pengen aku tau, Kalau ada yang bisa bantu jawab, Jawabin dong, biar aku tambah galau.
16.37
CitraAyuV
![]() |
| Rumput tetangga |
Maaf ya judulnya agak confused gitu. Tapi aku milih judul ini soalnya aku rasa cocok aja sama tema.
Nah, aku mau sedikit curhat aja.
Kalian pasti sering denger kan rumput tetangga lebih hijau daripada rumput kita.
Emang bener banget istilah itu.
Buat kalian yang udah ngerti pasti paham gimana "rasa" rumput tetangga.
Sebenernya buat aku pribadi, emang gak ada yang salah dengan istilah itu.
Pasti setiap orang pernah merasa iri, risih, atau bahkan ingin menjadi seperti orang lain.
Aku pun juga begitu
Banyak bangeettt orang yang aku kenal, aku temui yang masih saja menganggap rumput tetangga lebih hijau.
Dan ternyata ada satu hal penyebabnya. Kita sering liat rumput tetangga, tapi kita lupa untuk melihat rumput kita sendiri. Gimana rumput kita berkembang dan lebih hijau, kalau kita sendiri hanya memperhatikan rumput tetangga.
Kemarin aku scroll instagram dan nemu salah satu postingan tentang sopir angkot yang menabrak ojek online dan langsung kabur di Tangerang. Dan supir angkot yang demo mogok narik gara-gara ojek online di Malang. And then masih banyak lagi kejadian serupa.
Aku gak tau gimana itu terjadi. Tapi aku paham perasaan supir angkot, ojek pangkalan atau semacamnya, menjadi risih atas hadirnya ojek online. Mungkin mereka berpikir kalau ada ojek online dan banyak masyarakat yang lebih memilih ojek online, pemasukan mereka berkurang.
Padahal REJEKI tidak akan tertukar.
Kebetulan aku pemakai transportasi umum, aku kerja naik metromini yang masih rame penumpang, sampek berdiri, sampek gak cukup. Padahal Jakarta banyak banget driver ojek online (Gojek, Grab, Uber dll). Aku juga sering naik busway yang padetnya minta ampun. Dan aku juga pengguna ojek online (Grab).
Sebenernya buat aku sih simple, kenapa aku naik metromini/angkot, kenapa naik busway, kenapa naik grab. Karena aku mikir mana yang yang lebih worth it. Mana yang lebih terjangkau atau mana yang lebih sesuai kebutuhan.
Dan banyak hal lain yang buat kita kurangbersyukur. Pasti kita sering mikir,
"wah jadi dia enak ya, kerja nya gini,gini,gini",
"wah jadi dia enak ya, pacarnya baik banget...",
"wah jadi dia enak ya, duitnya banyak....". dan masih banyak buanyak buuuaannyyaaakk....
Sebenernya kita gak tau apa yang mereka pikirkan. Mungkin aja mereka ingin menjadi kita, atau ada orang lain yang ingin menjadi kita. Aku pernah liat video dan isinya itu seseorang punya mobil sport mewah berharap bisa beli helikopter, namun ada orang yang punya mobil biasa berharap bisa beli mobil sport, dan saat itu juga ada seorang naik sepeda berharap bisa beli mobil, tapi ada pejalan kaki berharap bisa beli sepeda. Dan yang terakhir ada orang cacat yang duduk di kursi roda berharap bisa berjalan normal.
Lagi-lagi kita itu gak sadar, apa yang kita miliki saat ini, mungkin banyak orang yang berharap ingin memilikinya. Sedangkan kita masih ingin lebih dan lebih.
Dan sebenernya IKLAS dan BERSYUKUR itu paling penting. Karena kalo kita gak menerapkan 2 hal itu pasti kita akan selalu merasa kurang, masih melihat rumput tetangga. Padahal belum tentu apa yang kita lihat itu real.
Mungkin aja mereka punya beban, atau punya masalah yang mereka tutupi dengan kelebihan itu.
Menurut aku kita bisa jadikan rumput tetangga sebagai acuan agar kita bisa menggapai apa yang kita inginkan. Bukan hanya berharap ingin menjadi seperti mereka dan tanpa melihat bahwa rumput kita telah kering dan hampir mati karena kita terlalu lama melihat rumput tetangga.
Kita juga harus memupuk, merawat, dan menjaga rumput kita. Mungkin saja yang tetangga lakukan juga begitu sehingga rumputnya terlihat lebih hijau.
Ahhh capeekkkk curhatnya...
See you readss,
Citraayuv
09/03/2017
Hay..
Kenapa aku jarang nge blog padahal aku suka nulis?
Kenapa kamarku flat padahal aku suka kreasi?
Kenapa aku jenuh padahal banyak hal baru?
Itu semua karena MALAS. MALAS itu so bad, so so bad, over bad.
Aku baru sadar kalau aku malesnya gak ketulungan. Seharusnya aku lebih aktif dan lebih kreatif, tapi lagi-lagi karena malas membuat aku semakin ketinggalan dengan yang lain.
Padahal aku selalu wishlist pengen ini pengen itu, tapi apa NOTHING sampe sekarang.
Emang bener kalau niat aja gak cukup. Aku udah punya niat design kamar kos aku dari kapan lalu, sekitar desember tahun lalu, Eh tapi sampe sekarang masih aja belum dilaksanain.
Padahal barang-barang, baha-bahan udah siap. udah nyicil beli ini-beli itu, tapi tetep aja gak mau buat niatan itu terwujud. Jadi NIAT itu gak cukup tanpa ACTION.
Seharsnya kalo udah niat yang langsung dilakuin, jangan dibiarin. atau nunggu besok, akhirnya besoknya lagi ,besoknya lagi, lagi dan lagi sampe tahun udah ganti

Dan aku itu tipe orang yang kayak gitu, kalau udah keduluan orang gak mau, tapi suruh ngawalin juga gak mau. Lagi lagi sifat malas itu merugikan.
Tolong dong kalau ada yang tau tips menghilangkan sifat malas kasih tau aku..
Aku sebenernya pengen berubah gitu, tapi Alhamdulillah udah sih, dikit-dikit.
Kayak mulai sabar, lebih tenang menghadapi sesuatu.
Pengennya sih lebih rajin, eh gak taunya tambah rajin nonton drama korea. xixixixi (gak deng)
Tapi so far, doakan saja aku bisa mengatasi ini.
Mengatasi keMALASan ku, mengatasi keCUEKanku.
Doakan juga aku cepet cepet design kamar kosku, biar aku bisa post di blog..
Ahhh. Thank's
See you
Citraayuv-2/3/17
Kenapa aku jarang nge blog padahal aku suka nulis?
Kenapa kamarku flat padahal aku suka kreasi?
Kenapa aku jenuh padahal banyak hal baru?
Itu semua karena MALAS. MALAS itu so bad, so so bad, over bad.
Aku baru sadar kalau aku malesnya gak ketulungan. Seharusnya aku lebih aktif dan lebih kreatif, tapi lagi-lagi karena malas membuat aku semakin ketinggalan dengan yang lain.
Padahal aku selalu wishlist pengen ini pengen itu, tapi apa NOTHING sampe sekarang.
Emang bener kalau niat aja gak cukup. Aku udah punya niat design kamar kos aku dari kapan lalu, sekitar desember tahun lalu, Eh tapi sampe sekarang masih aja belum dilaksanain.
Padahal barang-barang, baha-bahan udah siap. udah nyicil beli ini-beli itu, tapi tetep aja gak mau buat niatan itu terwujud. Jadi NIAT itu gak cukup tanpa ACTION.
Seharsnya kalo udah niat yang langsung dilakuin, jangan dibiarin. atau nunggu besok, akhirnya besoknya lagi ,besoknya lagi, lagi dan lagi sampe tahun udah ganti

Dan aku itu tipe orang yang kayak gitu, kalau udah keduluan orang gak mau, tapi suruh ngawalin juga gak mau. Lagi lagi sifat malas itu merugikan.
Tolong dong kalau ada yang tau tips menghilangkan sifat malas kasih tau aku..
Aku sebenernya pengen berubah gitu, tapi Alhamdulillah udah sih, dikit-dikit.
Kayak mulai sabar, lebih tenang menghadapi sesuatu.
Pengennya sih lebih rajin, eh gak taunya tambah rajin nonton drama korea. xixixixi (gak deng)
Tapi so far, doakan saja aku bisa mengatasi ini.
Mengatasi keMALASan ku, mengatasi keCUEKanku.
Doakan juga aku cepet cepet design kamar kosku, biar aku bisa post di blog..
Ahhh. Thank's
See you
Citraayuv-2/3/17
Untukmu yang ingin kembali...
Pertemuan itu pasti,
Tapi tidak untuk perpisahan.
Perpisahan itu pasti
Entah hari ini, esok, lusa, atau kapanpun itu
Tapi bukan untuk Kehilangan.
Aku bertemu denganmu tanpa ku tau alasan tersendiri,
namu kali ini aku berpisah denganmu dengan alasan yang pasti.
Bukan. Bukan aku menahanmu,
Jujur. Jujur aku merasa sepi.
Entah hari ini, esok, lusa, atau kapanpun itu
aku pasti menghadapi
Perpisahan yang harus terjadi.
.
.
.
by: Citraayuv
16-02-2017















