.
.
.
Hallo,
Kalau kalian denger kata "Tanggung Jawab" apa sih yang ada dibenak kalian?
Tanggung jawab itu menurut aku pribadi adalah sebuah tolak ukur sikap manusia yang berkewajiban, yang mengerti apa yang seharusnya mereka lakukan.
Sebenarnya aku nulis ini, karena 30 menit yang lalu aku baca artikel tentang Bapak Mochammad Zaini (Alm), Beliau adalah TKI yang dihukum mati di Saudi Arabia karena diduga membunuh majikannya.
Entah kenapa aku bacanya sedikit miris, sungguh. Memang pada dasarnya aku gak begitu mengikuti berita ini. Cuma dari beberapa artikel yang aku baca, menunjukkan bahwa beliau diperlakukan tidak adil. Yang katanya beliau didesak untuk mengakui membunuh, padahal beliau tidak melakukan, yang katanya pembela(pengacaranya) ikut memojokkan, yang katanya karena keterbatasan bahasa, maka beliau dijebak dll. Wallahu
Jujur aku gak ngikutin sama sekali berita ini, kejadiannya juga udah cukup lama, tahun 2008. 10 Tahun yang lalu. which is aku masih umur 10 cooyy. mana ngerti berita. hehe
Dan baru dieksekusi tahun ini (2018).
Balik lagi,
terlepas dari berbagai spekulasi yang beredar. Ada satu hal yang aku kagumi dari beliau. Yaitu rasa tanggung jawabnya.
Beliau kerja jadi TKI ke Arab bukan karena beliau kabur dari rumah, berantem, ada kasus atau sebagainya, Beliau memberanikan diri jadi TKI jauh dari keluarga, karena ingin memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami, seorang bapak, seorang kepala keluarga.
Beliau juga setelah dipenjara, masih memikirkan tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya dengan menjadi tukang cukur. Itu bukan hal yang mudah bagi seseorang yang tertekan, yang merasa tidak adil, yang jauh dari keluarga, yang dimana posisinya beliau dipenjara. Tapi beliau mampu menjalankan itu. Sesuatu yang sangat-sangat membuatku merasa bangga kepada beliau. Tanggung jawab itu beliau bawa sampai hari dimana beliau menghembuskan nafas terakhir.
Jikalau memang beliau tidak membunuh, sungguh sabar sekali, sungguh ikhlas untuk menjalaninya. Jaminan Surga. Terlebih jika memang beliau teraniaya, diperlakukan tidak adil.
Kenapa aku disini tidak membela beliau, karena aku memang gak tau kejadian yang sebenarnya. Jadi aku hanya menyalurkan pandanganku dari apa yang aku baca.
Ini hanya opiniku terhadap kejadian ini. Terlepas dari benar tidaknya terjadi pembunuhan itu. Yang jelas menurutku Bapak Zaini sudah menjalankan tugasnya sebagai suami, bapak, kepala rumah tangga dengan amat sangat baik. Bagaimana beliau masih memikirkan tanggung jawab yang harus beliau lakukan untuk keluarga, bagaimana beliau tetap menomor satukan keluarga.
Seburuk apapun seorang bapak/ayah, tetap bagi anak-anaknya mempunyai satu sisi yang berbeda.
Mau seorang bapak mabuk/judi/selingkuh/membunuh dll, tetap seorang anak akan memiliki sisi positif yang ia rindukan dari bapaknya, yang akan mereka contoh.
Mereka punya memori sendiri untuk menerjemahkan rasa sayang mereka kepada bapaknya.
Sekian.
.
.
Hallo,
Kalau kalian denger kata "Tanggung Jawab" apa sih yang ada dibenak kalian?
Rasa tanggung jawab adalah suatu pengertian dasar untuk memahami manusia sebagai makhluk susila, dan tinggi rendahnya akhlak yang dimilikinya. (Sumber wikipedia)
Tanggung jawab itu menurut aku pribadi adalah sebuah tolak ukur sikap manusia yang berkewajiban, yang mengerti apa yang seharusnya mereka lakukan.
Sebenarnya aku nulis ini, karena 30 menit yang lalu aku baca artikel tentang Bapak Mochammad Zaini (Alm), Beliau adalah TKI yang dihukum mati di Saudi Arabia karena diduga membunuh majikannya.
Entah kenapa aku bacanya sedikit miris, sungguh. Memang pada dasarnya aku gak begitu mengikuti berita ini. Cuma dari beberapa artikel yang aku baca, menunjukkan bahwa beliau diperlakukan tidak adil. Yang katanya beliau didesak untuk mengakui membunuh, padahal beliau tidak melakukan, yang katanya pembela(pengacaranya) ikut memojokkan, yang katanya karena keterbatasan bahasa, maka beliau dijebak dll. Wallahu
Jujur aku gak ngikutin sama sekali berita ini, kejadiannya juga udah cukup lama, tahun 2008. 10 Tahun yang lalu. which is aku masih umur 10 cooyy. mana ngerti berita. hehe
Dan baru dieksekusi tahun ini (2018).
Balik lagi,
terlepas dari berbagai spekulasi yang beredar. Ada satu hal yang aku kagumi dari beliau. Yaitu rasa tanggung jawabnya.
Beliau kerja jadi TKI ke Arab bukan karena beliau kabur dari rumah, berantem, ada kasus atau sebagainya, Beliau memberanikan diri jadi TKI jauh dari keluarga, karena ingin memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami, seorang bapak, seorang kepala keluarga.
Beliau juga setelah dipenjara, masih memikirkan tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya dengan menjadi tukang cukur. Itu bukan hal yang mudah bagi seseorang yang tertekan, yang merasa tidak adil, yang jauh dari keluarga, yang dimana posisinya beliau dipenjara. Tapi beliau mampu menjalankan itu. Sesuatu yang sangat-sangat membuatku merasa bangga kepada beliau. Tanggung jawab itu beliau bawa sampai hari dimana beliau menghembuskan nafas terakhir.
Jikalau memang beliau tidak membunuh, sungguh sabar sekali, sungguh ikhlas untuk menjalaninya. Jaminan Surga. Terlebih jika memang beliau teraniaya, diperlakukan tidak adil.
Kenapa aku disini tidak membela beliau, karena aku memang gak tau kejadian yang sebenarnya. Jadi aku hanya menyalurkan pandanganku dari apa yang aku baca.
Ini hanya opiniku terhadap kejadian ini. Terlepas dari benar tidaknya terjadi pembunuhan itu. Yang jelas menurutku Bapak Zaini sudah menjalankan tugasnya sebagai suami, bapak, kepala rumah tangga dengan amat sangat baik. Bagaimana beliau masih memikirkan tanggung jawab yang harus beliau lakukan untuk keluarga, bagaimana beliau tetap menomor satukan keluarga.
Seburuk apapun seorang bapak/ayah, tetap bagi anak-anaknya mempunyai satu sisi yang berbeda.
Mau seorang bapak mabuk/judi/selingkuh/membunuh dll, tetap seorang anak akan memiliki sisi positif yang ia rindukan dari bapaknya, yang akan mereka contoh.
Mereka punya memori sendiri untuk menerjemahkan rasa sayang mereka kepada bapaknya.
Sekian.
