![]() |
| Rumput tetangga |
Maaf ya judulnya agak confused gitu. Tapi aku milih judul ini soalnya aku rasa cocok aja sama tema.
Nah, aku mau sedikit curhat aja.
Kalian pasti sering denger kan rumput tetangga lebih hijau daripada rumput kita.
Emang bener banget istilah itu.
Buat kalian yang udah ngerti pasti paham gimana "rasa" rumput tetangga.
Sebenernya buat aku pribadi, emang gak ada yang salah dengan istilah itu.
Pasti setiap orang pernah merasa iri, risih, atau bahkan ingin menjadi seperti orang lain.
Aku pun juga begitu
Banyak bangeettt orang yang aku kenal, aku temui yang masih saja menganggap rumput tetangga lebih hijau.
Dan ternyata ada satu hal penyebabnya. Kita sering liat rumput tetangga, tapi kita lupa untuk melihat rumput kita sendiri. Gimana rumput kita berkembang dan lebih hijau, kalau kita sendiri hanya memperhatikan rumput tetangga.
Kemarin aku scroll instagram dan nemu salah satu postingan tentang sopir angkot yang menabrak ojek online dan langsung kabur di Tangerang. Dan supir angkot yang demo mogok narik gara-gara ojek online di Malang. And then masih banyak lagi kejadian serupa.
Aku gak tau gimana itu terjadi. Tapi aku paham perasaan supir angkot, ojek pangkalan atau semacamnya, menjadi risih atas hadirnya ojek online. Mungkin mereka berpikir kalau ada ojek online dan banyak masyarakat yang lebih memilih ojek online, pemasukan mereka berkurang.
Padahal REJEKI tidak akan tertukar.
Kebetulan aku pemakai transportasi umum, aku kerja naik metromini yang masih rame penumpang, sampek berdiri, sampek gak cukup. Padahal Jakarta banyak banget driver ojek online (Gojek, Grab, Uber dll). Aku juga sering naik busway yang padetnya minta ampun. Dan aku juga pengguna ojek online (Grab).
Sebenernya buat aku sih simple, kenapa aku naik metromini/angkot, kenapa naik busway, kenapa naik grab. Karena aku mikir mana yang yang lebih worth it. Mana yang lebih terjangkau atau mana yang lebih sesuai kebutuhan.
Dan banyak hal lain yang buat kita kurangbersyukur. Pasti kita sering mikir,
"wah jadi dia enak ya, kerja nya gini,gini,gini",
"wah jadi dia enak ya, pacarnya baik banget...",
"wah jadi dia enak ya, duitnya banyak....". dan masih banyak buanyak buuuaannyyaaakk....
Sebenernya kita gak tau apa yang mereka pikirkan. Mungkin aja mereka ingin menjadi kita, atau ada orang lain yang ingin menjadi kita. Aku pernah liat video dan isinya itu seseorang punya mobil sport mewah berharap bisa beli helikopter, namun ada orang yang punya mobil biasa berharap bisa beli mobil sport, dan saat itu juga ada seorang naik sepeda berharap bisa beli mobil, tapi ada pejalan kaki berharap bisa beli sepeda. Dan yang terakhir ada orang cacat yang duduk di kursi roda berharap bisa berjalan normal.
Lagi-lagi kita itu gak sadar, apa yang kita miliki saat ini, mungkin banyak orang yang berharap ingin memilikinya. Sedangkan kita masih ingin lebih dan lebih.
Dan sebenernya IKLAS dan BERSYUKUR itu paling penting. Karena kalo kita gak menerapkan 2 hal itu pasti kita akan selalu merasa kurang, masih melihat rumput tetangga. Padahal belum tentu apa yang kita lihat itu real.
Mungkin aja mereka punya beban, atau punya masalah yang mereka tutupi dengan kelebihan itu.
Menurut aku kita bisa jadikan rumput tetangga sebagai acuan agar kita bisa menggapai apa yang kita inginkan. Bukan hanya berharap ingin menjadi seperti mereka dan tanpa melihat bahwa rumput kita telah kering dan hampir mati karena kita terlalu lama melihat rumput tetangga.
Kita juga harus memupuk, merawat, dan menjaga rumput kita. Mungkin saja yang tetangga lakukan juga begitu sehingga rumputnya terlihat lebih hijau.
Ahhh capeekkkk curhatnya...
See you readss,
Citraayuv
09/03/2017



0 comments