Setitik air yang jatuh,
menyiasati hati.
Deru gemuruh kalbu,
Seakan tak ingin berhenti.
Kepada Sang Pencipta,
Kemanakah hati bermuara?
Aku memang tak bisa,
tapi aku selalu mencoba.
Mencoba mengerti bahasa
yaa, bahasa hati.
Entah awal atau akhir.
Dirimu telah menjadi cerita dihidupku.
Bagian yang tak bisa kulupa.
Karena
Cinta tau mana yang sempurna.
Lagi-lagi kutulis puisi,
mencoba menepis keresahan hati.
Akankah kamu
akan mengerti?
Saat langit cerah, masih kuingat waktu itu,
Saat langit gelap, masih juga kuingat waktu itu.
Senyummu...
Tawamu...
Gerak-gerik langkah mu...
Jika saja aku seperti sedia kala,
mempunyai cukup keberanian
untuk menyatakan.
Tapi
Kali ini berbeda,
Kamu bukan seperti mereka.
Jangan anggap aku virus
yang bisa menyerangmu kapan saja.
Karena
Aku tak punya daya.
untuk
menyatakannya.
11.03
Citraayuv

0 comments