Tak perlu kau pahami
bait-bait yang kutulis,
cukup baca, dan rasakan.
Perasaan menjadi wanita
pecandu rindu
Aku tau, bukan waktunya kubahas ini.
Jika saja aku sudah berumur lebih setengah abad.
Namun nyatanya, aku masih remaja.
Aku wanita biasa,
yang kadang hanya mencari alasan,
agar tau cara bagaimana bertahan.
Meski sulit.
Meski pahit.
Dan
Semakin luka.
Mencoba meredam,
meski tetesan tangis, kadang menggebu.
Kupikir aku akan sembuh,
nyatanya, justru semakin menumbuh.
Hari, bulan, tahun berlalu, rasanya masih sama..
Seperti kemarin,
Seperti kemarin,
Dan
Semakin luka.
Mencoba meredam,
meski tetesan tangis, kadang menggebu.
Kupikir aku akan sembuh,
nyatanya, justru semakin menumbuh.
Rindu
Kata yang tak bisa kuungkapkan pada sosok yang telah hilang.
Kata yang sulit ku gambarkan untuk kalian.
Lalu, apa hanya aku?
Mungkin saja.
Dariku yang tak ada matinya merindu
Untukmu...
Citraayuv


0 comments