Duapuluh dua Juli

By tea shirt - Sunday, July 22, 2018

Malam ini, ditemani suara gemericik air hujan yang tak terlalu deras. Aku duduk dibawah, lantai kamar kos yang sudah seharian ini tak kutinggal kemana mana.

Ditemani suara ketikan dari jemariku, yaah malam ini aku mengerjakan tugas kuliah. Masih seperti biasa. 

Dan pada beberapa menit lalu, tiba tiba air mataku jatuh. Tanpa ada niat, tanpa aku sadar.

Semenit kemudian, dadaku sesak. Bukan karna sakit, tapi karna menahan air mata.
Tak kutau sebabnya, yg jelas aku sedih. Entah karena apa.

Kalian tau, kutulis cerita ini sembari mengusap usap air mata yang sudah berkali kali jatuh.

Ditemani aroma petrikor, membuatku tak ingin melakukan apapun. Aku hanya ingin bercerita tentang ketidakjelasan perasaanku saat ini.

Beberapa minggu ini memang banyak sekali yang aku pikirkan, bahkan mungkin sudah menjadi beban. Jujur aku tak ingin itu terjadi. Namun sayangnya, apa boleh buat. Nyatanya aku sama sekali tak mengerti bagaimana perasaan dan bagaimana hati ini berkerja.

Seperti malam ini, malam yang sangat biasa dan sering kulakukan. Tiba tiba menjadi sendu. Tanpa tau sebab.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments