Bagaimana Jika
Beberapa waktu belakangan, saya merasa sedang banyak berasumsi.
Terlalu banyak "bagaimana jika..." Dalam benak saya.
Asumsi asumsi yang membuat saya bahagia, namun kadang juga sedih secara bersamaan.
Kadang capek harus seperti ini, tapi tindakan seperti ini juga pilihan hidup saya.
Saya juga ingin merasakan lagi yang namanya jatuh cinta, dicintai, mencintai.Tapi karena ketakutan saya, saya merasa harus membuat benteng, dan yang akhirnya, saya mati rasa.
Saya tau, sudah terlalu tebal memasang benteng dalam hati ini.
Tapi belakangan saya merasa hati saya hidup lagi, mulai tersenyum tanpa alasan yg jelas. Tapi disatu sisi, saya takut untuk terlalu percaya diri, terlalu berasumsi seperti yg saya pikirkan.
Dan tak jarang, saya memilih mundur.
Padahal dulu, bukan begitu cara kerja saya.
Dan saya sadari, semakin bertambahnya umur, semua seolah sedikit demi sedikit berubah.

0 comments