September Kenangan

By tea shirt - Thursday, September 18, 2014

“Waktu terus berlalu, tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan, masih teringat jelas senyum terakhir yang kau beri untukku.”

Hanya langkah kaki ini yang terus berpijak ditempat yang sama. Menghirup aroma kesedihan yang membuat tubuh ini merasa lemah.
Penyesalan yang terasa tak pernah berguna, saat menyadari semua tinggal cerita. Disaat tubuh tak mampu menahan berat beban ini, disaat hati tlah lelah menjalani. Disaat bibir pula tak mampu mengucap isi hati.
Ini adalah bulan September, bulan penuh kenangan dan rasa sakit.
Hari ini tepat 1 tahun beliau meninggalkan kami, sungguh terasa bahwa kami sangat merindukannya. Rindu setiap senyumanya, perjuanganya. Tak mungkin setegar ini, meskipun aku sangat rapuh. Berusaha menutupi itu memang sulit, sangat sulit. Kucoba tuk slalu menutupi kerapuhan diri ini, meskipun sulit ini yang terbaik. Merindukan seseorang yang takkan pernah kembali disini. Selamanya.

“Kau beikan untukku satu alasan untukku tetap disini. Kau keindahan yang nyata untukku hingga waktu kan menutup mataku. Sempurna bukan milik kita, namun kau selalu ada untukku, lengkapi hidupku dengan indah.”

Saat memejamkan mata ini, disaat itu aku  selalu teringat waktu kau pejamkan matamu, dan tak pernah tebuka lagi.
Kau ajaiku bagaimana menutupi rasa sakit yang kita rasakan. Kau mengajariku untuk selalu tesenyum dalam keadaan apapun. Kau selalu membelaku disaat aku salah sekalipun. Tapi kau takpenah kembali disaat aku membutuhkan kehadiranmu.
Setiap kupejamkan mata ini, selalu ku berdoa agar kau selalu menjaga diri dengan baik , suatu saat kita pasti akan bertemu . Jangan bosan untuk menantiku di Surga bersamamu.
MISS YOU DAD
   

  • Share:

You Might Also Like

0 comments